24 Juli 2024

batasnegeri.com

Membangun Indonesia dari Pinggiran

Mendagri: Pembangunan di Perbatasan Bukan untuk Kepentingan Politik

BatasNegeri – emerintah terus berupaya memaksimalkan proses pembangunan baik infrastruktur maupun SDM di daerah perbatasan, salah satunya dengan melibatkan perguruan tinggi. Meski begitu, pemerintah tak mau mengaitkan pembangunan di daerah perbatasan dengan politik.

Mendagri selaku Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan Tjahjo Kumolo mengatakan, pembangunan di daerah perbatasan sama sekali bukan hal politis. Sebab, hal itu merupakan janji kampanye Presiden Joko Widodo dalam Nawa Cita Ketiga. Jika dikaitkan dengan politik, kata Tjahjo, maka Jokowi tak perlu sampai membangun daerah perbatasan.

“Ini bukan masalah politik ya. Kalau berpikir kepentingan politik, ngapain mikir luar Jawa. Mikir Jawa (saja). Jawa itu sudah 68 persen (representasi) pemilih (Jokowi) lho. Tapi kan Pak Jokowi ingin membangun Indonesia sentris. Kalau hanya memikir politik, Jawa aja sudah cukup,” kata Tjahjo usai memberikan kuliah umum di IPB, Bogor, Jawa Barat, Rabu (2/5/2018).

Menteri Dalam Negeri itu berpendapat, optimalisasi pembangunan di daerah perbatasan dilakukan untuk memperkuat ketahanan Indonesia di berbagai aspek. Selain itu, ingin membangun ketimpangan pembangunan sejak Indonesia merdeka 72 tahun silam.

“Pak Jokowi enggak mikir kepentingan politik, mikir bangsa, mengejar ketertinggalan yang 72 tahun kita merdeka. Sama saja kalau IPB mau berpikir kecil, ngapain mikir jauh-jauh ke pemerataan perbatasan,” tutur Tjahjo.

Dalam kesempatan itu, BNPP dan IPB telah menandatangani kesepakatan bersama (MoH) mengenai proses percepatan pembangunan SDM di daerah perbatasan. Nantinya, para mahasiwa IPB akan diberikan akses untuk bisa meneliti sekaligus melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di sejumlah daerah perbatasan.

“Saya kira itu sudah merupakan program nasional ya, semua kementerian terlibat. Hampir semua termasuk TNI-Polri sekarang melibatkan diri, baik diminta maupun tidak seperti IPB untuk studinya, untuk supervisinya, semua terlibat. Karena wilayah ini wilayah yang strategis, ada potensi daerah, potensi budaya, ada potensi kesejahteraan dan semuanya ini berbagai aspek dimensi,” paparnya.

“Maka ini beranda depan kita, wilayah pertahanan kita, ini yang ingin dibangun dan Pak Jokowi sudah mempercepat ini. Secara fisik ya, tinggal bagaimana memberdayakan masyarakat supaya berketahanan di semua aspek,” tutup Tjahjo.[*]

kumparan.com