12 Juli 2024

batasnegeri.com

Membangun Indonesia dari Pinggiran

Kampanye Gerakan Anti Narkoba Di Perbatasan

BatasNegeri – Memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) setiap tanggal 26 Juni, Satgas Yonif Raider 323/BP Kostrad mengampanyekan Gerakan Anti Narkoba berupa penyuluhan dan pembagian buku pedoman bahaya narkoba kepada masyarakat di Kp Asiki, Distrik Jair, Kabupaten Boven Digoel, Papua (25/6).

Hari Anti Narkotika Internasional yang diresmikan PBB tahun 1987 bertujuan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya berjuang melawan penyalahgunaan narkoba dan perdagangan obat ilegal.

Hasil penelitian Badan Narkotika Nasional (BNN) tahun 2014 memperkirakan jumlah penyalahgunaan narkoba sebanyak 3,8 juta sampai 4,1 juta jiwa atau sekitar 2,1 persen sampai 2,25 persen dari total seluruh penduduk Indonesia yang berisiko terpapar narkoba.

Apabila tidak melakukan upaya pencegahan yang komperhensif diprediksi jumlah penyalahgunaan narkoba akan meningkat menjadi 5 juta jiwa pada tahun 2020.

Didasari hal tersebut, Satgas Yonif Raider 323/BP Kostrad melakukan pencegahan penyalahgunaan narkoba kepada masyarakat Kp Asiki dengan berupa penyuluhan narkotika dan pembagian buku pedoman bahaya narkoba.

Selain itu, dalam menyambut HANI Satgas Yonif Raider 323 Kostrad juga menggelar penyuluhan akan bahayanya narkoba di beberapa tempat.

Pos Bupul 13 melaksanakan penyuluhan kepada masyarakat Kampung Kirely, sedangkan Pos KM 53 melaksanakannya di Kampung KM 56 Distrik Sesnukt.

“Dengan kegiatan ini kami berharap dapat mencegah masyarakat di Kp Asiki dari segala bentuk penyalahgunaan narkoba, sehingga dapat terwujud Papua yang bebas narkoba,” ujar Letda Ckm dr M Barkah, dokter Satgas Yonif Raider 323/BP Kostrad.[*]

(radartasikmalaya.com)