24 Juli 2024

batasnegeri.com

Membangun Indonesia dari Pinggiran

Dari Papua Untuk Lombok

BatasNegeri – Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Raider 323/BP Kostrad ikut serta dalam konser amal di sekitar Pasar Prabu Asiki, Distrik Jair, Kabupaten Bovendigoel, Papua.

Persaudaraan Setia Hati Terate Asiki, Papua, sebagai inisiator konser mengangkat tajuk Asiki For Lombok.

Konser amal pada Minggu (9/9/2018) tersebut sebagai wujud kepedulian terhadap korban bencana gempa bumi 7,0 SR di Lombok beberapa waktu lalu.

Selain Satgas Pamtas RI-PNG, pengisi konser di antaranya Buaya Putih Band dan warga di sekitar pasa,.

“Ini yang kami tunggu, kami ingin membantu saudara-saudara kami di Lombok namun belum ada yang mengakomodir. Kali ini yang dilakukan Satgas 323 Kostrad bersama PSHT sangat sesuai dengan aspirasi masyarakat Asiki,” ujar Mudhofir, pedagang Pasar Prabu Asiki.

Seorang prajurit TNI berkeliling mengajak warga di Pasar Prabu Asiki, Distrik Jair, Kabupaten Bovendigoel, Papua, untuk memberikan bantuan kepada warga korban gempa Lombok, Minggu (9/9/2018).

Puluhan anggota PSHT tak sungkan bergabung dengan prajurit 323 Kostrad Buaya Putih menyusuri lorong-lorong pasar untuk mengumpulkan sumbangan dari warga sekitar.

Hilal, Ketua PSHT Asiki, menjelaskan pihaknya telah berkoordinasi meminta bantuan Satgas 323 Kostrad untuk mengakomodir aspirasi mayoritas warga Asiki terkait sumbangan buat warga terdampak gempa Lombok.

“Alhamdulillah Dansatgas Letkol Jovan menyambut baik hal tersebut dan mengerahkan anggotanya untuk bergabung bersama kami,” ucap Hilal.

Berdasarkan laporan penyelenggara, hasil penggalangan dana yang terkumpul mencapai Rp 29 juta 879 ribu.

Pasi Intel Satgas 323 Kostrad Lettu Inf Muhammad Fikri, S. T. Han mendukung penuh kegiatan tersebut.

“Meski dilakukan di penghujung akhir masa penugasan kami di Papua, kami tetap semangat untuk mendukung acara Konser Amal ini, terlebih untuk kepentingan kemanusiaan”, ujar Fikri yang juga koordinator acara.

Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Raider 323 Kostrad akan mengalami pergantian tak lama lagi.

Mereka rencananya akan kembali ke homebase pada pertengahan September setelah kurang lebih selama sembilan bulan bertugas di perbatasan Indonesia – Papua Nugini.[*] 

(tribunnews.com)