11 Juli 2024

batasnegeri.com

Membangun Indonesia dari Pinggiran

Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr Aaron Rumainum

Antisipasi Polio, Dinkes Papua Sisir Anak Perbatasan

BatasNegeri – Dinas Kesehatan Papua mengklaim anak-anak di Bumi Cenderawasih rentan akan dampak polio yang diduga penyebarannya berasal dari Papua Nugini.

Salah satu ancaman bisa terjadi, jika dua tetesan polio yang diberikan bersamaan pada imunisasi measless dan rubella (MR) pada anak dibawah 9 bulan hingga 15 tahun tak merata dilakukan di Papua.

Data dari Dinas Kesehatan setempat menyebutkan hingga September 2018, cakupan imunisasi MRP mencapai 52,92 persen atau menempati urutan ke-13 di seluruh Indonesia.

Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr Aaron Rumainum menyebutkan saat ini Papua Nugini sedang dilanda kejadian luar biasa (KLB) dan penyebarannya hingga ke Provinsi West Sepik.

Padahal Provinsi West Sepik berbatasan langsung dengan Kota Jayapura. Berbagai cara antisipasi dilakukan oleh Dinas Kesehatan setempat, misalnya saja pemberian dua teetsan polio dan imunisasi MRP kepada anak-anak pelintas batas yang biasa melakukan aktifitas di Kabupaten Pegunungan Bintang yang berbatasan langsung dengan Negara Papua Nugini, termasuk puskesmas di Kabupaten Merauke, Boven Digul, Keerom dan Kota Jayapura.

“Antisipasi yang kami lakukan adalah secepatnya memberikan tetesan polio kepada anak-anak dibawah 9 bulan hingga 15 tahun, termasuk kepada anak-anak warga Negara Papua Nugini yang biasa melakukan lintas batas di daerah perbatsan itu. Harapannya, semoga dampak polio tak menyebar ke Papua,” jelas Aaron, Selasa (16/10/2018).

Hal lain yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Papua adalah membuat kerjasama pemberantasan polio dengan perjanjian di Port Moresby pada 12-14 September lalu, untuk bersama memagari daerah perbatasan dari bahaya polio dan rubella.[*]

kumparan.com