17 Juli 2024

batasnegeri.com

Membangun Indonesia dari Pinggiran

ilustrasi-Kawasan Mandeh di Sumbar.

ISKINDO Sebut Pengembangan Potensi Pulau Kecil Sumber Pendapatan Negara

BatasNegeri – Anggota Dewan Pakar Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO) La Ode Muh Yasir Haya, PhD mengatakan, meski rentan dengan perubahan iklim dan rawan bencana alam, pulau-pulau kecil dapat dijadikan sumber pendapatan negara.

Menurut Yasir, pulau-pulau kecil rentan dengan gempa, tsunami, tenggelam akibat naiknya muka air laut dan abrasi. Karena itu, diperlukan pembangunan pulau-pulau kecil yang berbasis mitigasi bencana. Hal ini untuk mengurangi risiko bencana, peningkatan kapasitas dan adaptasi.

Dari 17.504 pulau, terdapat 17.470 pulau-pulau kecil.

“Ini dapat dijadikan sumber pendapatan negara,” kata Yasir, saat seminar Ekspedisi Pinisi Bakti Nusa, yang berlangsung di Ruang Rapat Senat Universitas Halu Oleo, Kendari, Jumat (28/12/2018).

Potensi pengembangan ekonomi ini seperti penangkapan ikan, budidaya yang baru 26,4 persen dimanfaatkan dan pertanian.

Pertumbuhan ekonomi dapat dicapai jika tersdia infrastruktur dasar seperti energi dan konektivitas. Selain itu, komunikasi akan menciptakan sistem rantai pasok produk yang bisa menjadi sumber-sumber pendapatan negara.

Yasir mengatakan, fakta sejarah maritim Indonesia, sejak dulu, perairan Nusantara menjadi jalur pelayaran dan perdagangan yang sangat ramai. Muncul pelabuhan-pelabuhan laut (bandar) dan pusat perdagangan di kerajaan-kerajaan besar Nusantara abad II – XV Masehi.

Pembangunan berbasis maritim ini menitikberatkan pada pengamanan-pengawasan wilayah rute pelayaran perdagangan antar pulau.
Sebagai contoh, Tiongkok, dengan massif menjadikan pulau-pulau kecil dan gugusan karang di Laut China Selatan sebagai basis pertahanan militer Asia Pasifik.

Keunggulan pulau-pulau kecil memiliki keanekaragaman hayati dan daya saing yang tinggi. “Potensinya memiliki keterkaitan yang kuat terhadap perkembangan sektor lain dan bermuara pada kemakmuran rakyat,” ujarnya.

Selain itu, tingkat pengembalian dan keuntungan investasinya relatif tinggi dan efisien. Daya serap tenaga kerja yang tinggi. Biaya input produksi dihitung dengan nilai rupiah, tetapi output dinilai dengan dolar.

Terkait dengan pembangunan pulau-pulau kecil, terdapat sejumlah isu strategis, antara lain, konflik pemanfaatan ruang dan kemiskinan masyarakat pesisir.

Belum lagi penurunan kualitas lingkungan, ketimpangan dalam hukum, penanganan perbatasan laut, konservasi laut dan sumberdaya ikan, serta sumberdaya kelautan belum dikelola optimal.[*]

darilaut.id