17 Juli 2024

batasnegeri.com

Membangun Indonesia dari Pinggiran

Seberangi Danau, Anak Sekolah di Kepri Gunakan Sampan

BatasNegeri – Besarnya kucuran dana untuk sektor pendidikan bukanlah sebuah jaminan. Meskipun dalam penyusunan APBD 2019 Provinsi Kepri memprioritaskan bidang pendidikan dengan alokasi minimum 20 persen. Nyatanya sampai saat ini masih ada pelajar yang terpaksa harus berdayung sampan untuk bisa sampai ke bangku sekolah.

Padahal pemerintah pusat melalui APBN telah menyediakan dana tambahan khusus bernama Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA). Program bantuan operasional sekolah ini diberikan melalui pemerintah provinsi kepada SD dan SMP digunakan untuk memenuhi kekurangan dan melengkapi Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Sayangnya anggaran yang disediakan untuk memenuhi kebutuhan biaya operasional sekolah negeri dan meringankan beban biaya operasional sekolah swasta di jenjang pendidikan dasar termasuk penghargaan atas prestasi kerja para pendidik ini belum dimanfaatkan dengan baik oleh instansi terkait.

Seperti di Kecamatan Jemaja masih ada siswa menggunakan Jongkong menuju sekolah. Sayangnya Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA), Ir. Nurman ketika ditanya mengaku hingga saat ini belum mendapatkan laporan tentang prihal tersebut dari pihak sekolah. “Kita belum tau pula tentang itu. Tidak ada laporan yang sampai ke kita,” katanya memastikan.

Nurman menjelaskan jika ada pihak sekolah yang masih memiliki kendala bagi siswanya dalam hal transportasi ke sekolah, dapat menggunakan dana BOSDA. “Kalau masalah transportasi anak sekolah, bisa menggunakan dana BOSDA,” terang Nurman, kepada wartawan ketika ditanyakan adanya siswa sekolah yang saat ini masih menggunakan Jongkong menuju sekolah di Kecamatan Jemaja.

Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Negrri 1 Jemaja, Sulaiha, dikonfirmasi terkait hal itu, membenarkan memang masih ada beberapa siswanya yang terkendala masalah transportasi. “Memang masih ada, tapi tidak banyak, hanya beberapa orang saja, karena tidak ada tenaga yang mau menjadi pengangkutnya dengan pompong,” ungkap Sulaiha, Kamis (31/01) saat berada di Tarempa.[*]

koranperbatasan