24 Juli 2024

batasnegeri.com

Membangun Indonesia dari Pinggiran

11 Orang warga Negara Indonesia asal Desa Kenebibi, Kecamatan Kaluluk Mesak, Kabupaten Belu, Provinsi NTT saat diamankan petugas Bea Cukai Timor Leste.

Bea Cukai Timor Leste Tangkap penyelundup BBM Asal Belu

BatasNegeri – Sebelas warga asal Desa Kenebibi, Kecamatan Kaluluk Mesak, Kabupaten Belu, Provinsi NTT ditangkap oleh petugas Bea Cukai Negara Republik Demokratik Timor Leste. Penangkapan ini lantaran kesebelas warga tersebut menyelundup Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis minyak tanah melalui jalur laut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun menyebutkan, ada 11 orang warga Kenebibi melakukan penyelundupan minyak tanah ke Timor Leste melalui jalur laut. Mereka menyelundupkan minyak tanah ratusan liter yang diisi dalam jeriken. Mereka membawa minyak tanah ke Timor Leste menggunakan perahu. Mereka ditangkap petugas Bea Cukai Timor Leste di perairan Loes, Sub Distrik Atabae, District Maliana, Kamis (21/2/2019).

Kesebelas Warga Indonesia ini ditangkap petugas Bea Cukai lalu diamankan Sub Distrik Atabae, District Maliana Timor Leste. Mereka akan ditahan selama 15 hari di Timor Leste sambil pemerintah Indonesia berkoordinasi dengan KBRI di Timor Leste.

Kepala Desa Kenebibi, Maria Yovita Anok saat dikonfirmasi awak media, membenarkan akan hal tersebut, Kamis (28/2/2019). Kades Kenebibi ini belum memberikan penjelasan banyak terkait nasib warganya karena saat dihubungi Yovita sedang mengikuti rapat penting.

Terpisah dengan itu, Kepala Bea Cukai Atambua Tribuana Wetangtera saat dikonfirmasi awak media juga membenarkan kejadian penangkat tersebut. “Iya benar, yang menahan WNI adalah Bea Cukai Timor Leste  (Alfandega),” kata Tribuana.

Dirinya juga mengatakan lolosnya aksi warga menyelundupkan BBM ke Timor Leste karena ada ruang yang tidak dapat dijangkau oleh petugas Bea Cukai Atambua. Pada prinsipnya, Bea Cukai Indonesia dalam hal ini Bea Cukai Atambua bertugas melakukan pengawasan di perbatasan baik wilayah darat maupun laut. Namun pengawasan tidak dilakukan 24 jam, khususnya pengawasan wilayah perbatasan laut.

“Pada dasarnya tugas kami lakukan pengawasan di perbatasan baik darat maupun laut, namun tidak bisa 24 jam sepenuhnya mengawasi, khususnya wilayah perbatasan laut,” kata Tribuana.

Menurut Tribuana, permintaan yang tinggi dan keuntungan yang besar dalam transkasi BBM membuat para penyelundup selalu berupaya untuk meloloskan BBM ke Timor Leste.Kondisi ini tidak sepenuhnyaa diserahkan kepada Bea Cukai tetapi melibatkan lintas sektor termasuk aparat keamanan. Kemudian mensosialisasi kepada masyarakat tentang resiko yang dialami ketika melakukan tindakan melanggar hukum.[*]

tribunnews.com