12 Juli 2024

batasnegeri.com

Membangun Indonesia dari Pinggiran

TNI Gagalkan Penyelundupan Pupuk Urea Ke Timor Leste

BatasNegeri – Upaya penyelundupan pupuk Urea seberat 100 kg ke Timor Leste kembali berhasil digagalkan oleh prajurit TNI yang berjaga di Pos Oepoli Tengah saat melakukan patroli di sekitar patok perbatasan RI-Timor Leste.

Komandan Satgas Yonif Mekanis 741/Garuda Nusantara (GN), Mayor Inf Hendra Saputra, mengungkapkan bahwa maraknya upaya penyelundupan yang terjadi di wilayah perbatasan disebabkan adanya beberapa faktor, salah satunya dikarenakan banyaknya jalan-jalan tikus atau jalan tidak resmi yang digunakan para pelaku.

“Untuk itu, kita intensifkan patroli rutin, selain tugas pokok Satgas guna memastikan patok-patok perbatasan dalam kondisi baik, di sisi lain, sebagai upaya preventif dalam mencegah upaya penyelundupan yang marak terjadi,” ungkapnya dalam keterangan resmi yang diterima AKURAT.CO, Jakarta, Rabu (27/3/2019).

Sementara itu, Komandan Patroli Pos Oepoli Tengah Serda Made, mengatakan bahwa dalam upaya penggagalan tersebut dirinya bersama dengan enam anggota lain yakni Kopda Wayan Tangkas, Pratu Ludi Mauludin, Pratu Jusman, Pratu Tugas Yudha Putra Bangsa, Prada Edi Suprapto dan Prada Bima Gangga pada saat tengah melakukan patroli keamanan di sekitar patok perbatasan RI-Timor Leste.

Kejadian tersebut, menurut Made, berawal saat tim patroli berangkat dari Pos Oepoli Tengah menuju patok PBN No. 40 di Co. 1723-6396. Setelah sampai dan mengecek kondisi patok, maka patroli melanjutkan menuju patok PBN No. 39, Co.1727-6382.

Made menyebutkan, saat tiba dan melakukan pengecekan, tim istirahat sejenak. Saat menuju perjalanan berikutnya antara patok PBN No. 38 dan No. 37, anggota melihat dua orang warga sambil memanggul karung dan berlari saat melihat tim patroli.

“Akhirnya, saya perintahkan anggota untuk mengejar, tetapi karung dijatuhkan dan pelaku tersebut melarikan diri ke arah Timor Leste. Saat dilakukan pengecekan isi karung tersebut, ternyata di dalamnya berisi pupuk Urea Subsidi sebanyak 2 karung, tiap-tiap karung berisi 50 kg. Setelah itu kami kembali ke Pos Oepoli Tengah, dengan membawa barang bukti dan melaporkan kejadian penggagalan tersebut kepada Dankipur II Satgas Kapten Inf Miswanto,” ujarnya.

Mendengar laporan dari anggotanya, Mayor Hendra pun langsung memerintahkan kepada Pasi Intel Satgas Yonif Mekanis 741/GN Lettu Czi Sunaryo untuk mengamankan barang bukti hasil penggagalan penyelundupan tersebut.[*]

(akuratnews.com)