24 Juli 2024

batasnegeri.com

Membangun Indonesia dari Pinggiran

Pembentukan BPUPKI

Soekarno dan Hari Lahir Pancasila

BatasNegeri – Tepat hari ini 1 Juni 2019 bangsa Indonesia peringati Hari Kelahiran Pancasila, berikut sejarah singkat teciptanya.

Di Indonesia tanggal 1 Juni diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila.

Sepertinya tak banyak yang tahu jika 1 Juni diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila berkaintan dengan pidato Ir Soekarno pada 1 Juni 1945.

Seperti dikutip Tribunstyle dari Wartakotalive.com pada Sabtu (1/5/2019) Soekarno atau Bung Karno pada 1 Juni 1945 berpidato di depan peserta sidang pertama Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Rapat berlangsung di Gedung Tyuuo Sang-In (sekarang Kementrian Luar Negeri ) di Pejambon, Jakarta Pusat.

Agenda pembicaraan adalah membahas Dasar Negara Indonesia.

Sidang saat itu dipimpin oleh KRT Radjiman Wedyodingrat.

Ketika itu Soekarno berapi-api mengupas falsafah dasar negara Indonesia.

Dalam pidato itu, Soekarno mengutip para pemikir dunia dan juga memberikan contoh-contoh konkret kehidupan manusia di Indonesia.

Soekarno menyebut tokoh Sarinem, Samiun, dan Marhaen dalam pidato lahirnya Pancasila.

Dia juga mengkritik para pendiri negeri ini yang menjadi pembicara di sidang BPUPKI sebelumnya yang dinggapnya belum menyentuh poko persoalan dasar negara.

Jika kalian penasaraan seperti apa Pancasila dalam versi Bung karno.

Berikut adalah Lima Sila Pancasila Versi Bung Karno

1. Kebangsaan Indonesia.

2. Internasionalisme atau Perikemanusiaan.

3. Mufakat atau Demokrasi.

4. Kesejahteraan Sosial.

5. Ketuhanan yang Berkebudayaan.

Kalian bisa lihat transkip lengkap pidato Soekarno dalam pidatonya mengenai lahirnya Pancasila pada 1 Juni 1945.

Naskah pidato Soekarno pada 1 Juni 1945 atau Pidato Bung Karno 1 juni 1945 tentang lahirnya Pancasila ini bersumber dari buku Risalah Sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

Buku ini terbitan Sekretariat Negara Republik Indonesia tahun 1995 disunting oleh Saafroedin Bahar, Ananda B Kusuma dan Nanie Hudawati. Pengantar buku ini ditulis oleh Prof Dr Taufik Abdullah.[*]

tribunnews