24 Juli 2024

batasnegeri.com

Membangun Indonesia dari Pinggiran

Pemuda Ini Jalan Kaki dari Perbatasan RI-Malaysia untuk Bisa Temui Jokowi

BatasNegeri – Seorang pemuda bernama Edwin Purba alias Ewin mengaku bakal mendatangi Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara tepat saat putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dibacakan hari ini, Kamis (27/6/2019).

Kepada PojokSatu.id, Ewin mengaku dirinya sangat ingin bisa bertemu langsung dengan Presiden Jokowi.

Permintaannya pun tak muluk-muluk. Ewin hanya ingin meminta Jokowi menandatangani sejumlah buku yang sudah ditulisnya.

Sayangnya, Ewin yang tinggal di perbatasan Kalimantan-Malaysia itu tak memiliki uang cukup untuk ongkos perjalanan ke Jakarta.

Kendati demikian, tekadnya sudah bulat. Ia pun memilih berjalan kaki dari kampungnya di Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, menuju Jakarta.

“Ingin berbuat sesuatu, bermakna untuk Indonesia,” ujar Ewin yang saat ini menginap di rumah kerabatnya di Cengkareng, Jakarta, Rabu (26/6) malam.

Ewin menceritakan, ia mulai berjalan kaki dari Tayan Hilir, pada Senin 17 Juni lalu menuju Pontianak yang bejarak lebih kurang 120 kilometer.

“Terhalang di Pontianak dua malam karena kehabisan dana,” tutur Ewin.

Lantaran kelelahan dan tak sanggup lagi berjalan, Ewin akhirya harus menjalani perawatan di Puskesmas Desa Lingga, Kecamatan Singai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya.

Beruntung, ia mendapat pertolongan dari rekan-rekan dan donatur yang bersimpati yang lalu mengumpulkan donasi untuk membelikannya tiket pesawat Pontianak-Jakarta.

“Dibantu sumbangan dana teman-teman, akhirnya sampai ke Jakarta, melalui Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (26/6) malam barusan tadi,” ungkapnya.

Ewin menuturkan, rencananya ia akan kembali berjalan menuju Istana Negara, Kamis (27/6) siang ini.

“Rencananya sekitar jam 11 atau 12 siang,” lanjutnya.

Saat bertemu dengan Jokowi nanti, ia ingin menunjukkan sejumlah buku-buku yang ditulisnya untuk dimintakan tandatangan.

“Saya bawa 25 buku. Sekarang tinggal delapan. Nantinya buku yang ditandatangani Presiden itu saya lelang untuk mengumpulkan dana pendirian rumah baca atau ruang baca di kampung saya,” ungkapnya.

Ewin-1-768x576
Buku karya Ewin

Ewin menyebut, usahanya untuk mendirikan rumah baca yang diimpikannya selama ini membutuhkan biaya tak sedikit. Sebab, hasil yang ia kumpulkan dari warung kecil miliknya jelas tak akan mencukupi.

“Saya ingin berbuat setitik karya di Kabupaten Sanggau lewat rumah baca ini. Untuk anak-anak dan masyarakat di sana. Semoga ini bisa terwujud,” harapnya.[*]

pojoksatu.id