24 Juli 2024

batasnegeri.com

Membangun Indonesia dari Pinggiran

Ekonomi Digital, Tantangan dan Peluang Masa Depan Indonesia

BatasNegeri – Indonesia kini dipandang sebagai negara yang sangat menjanjikan bagi pasar ekonomi digital. Dengan lebih dari 170 juta penduduknya yang telah terhubung jaringan internet (versi APJII yang dirilis Medio Mei 2019), ekonomi digital Indonesia ke depan akan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

Prediksi ini sejalan dengan pernyataan Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Robert Pakpahan (kompas.com,  17 Juli 2019) bahwa Indonesia merupakan negara ketiga terbesar di Asia untuk pasar digital setelah China dan India. Ini menjadikan Indonesia negara yang sangat menjanjikan di tengah perkembangan ekonomi digital. Kehadiran ekonomi digital benar-benar memberikan terobosan baru bagi tumbuhnya bisnis online di bidang penyediaan barang dan jasa di Indonesia.

Data dari situs startupranking.com Ranking per 21 Maret 2019, jumlah startup (perusahaan rintisan berbasis teknologi) Indonesia mencapai 2.074. Jumlah tersebut menempatkan Indonesia di posisi kelima sebagai negara dengan startup terbanyak di dunia. Menariknya, tren pertumbuhan startup ini dipelopori oleh para generasi muda yang memiliki semangat sociopreneurship, yakni bagaimana mereka dapat menyelesaikan berbagai masalah yang ada di masyarakat serta memberikan dampak signifikan lewat medium teknologi.

Startup Databoks

Salah satu contohnya adalah bagaimana Nadiem Makarim mendirikan Go-Jek untuk mempermudah masyarakat dalam mendapatkan moda transportasi ojek yang cepat dan dapat diandalkan. Contoh lain adalah William Tanuwijaya, CEO Tokopedia yang awalnya punya visi untuk mempermudah siapapun agar dapat memulai bisnis mereka sendiri lewat medium internet.

Keberadaan berbagai platform digital mulai dari penyediaan jasa hingga barang telah berhasil menyerap lapangan kerja baru serta kesetaraan maupun ketercakupan ekonomi bagi seluruh lapisan masyarakat. Penerima manfaat terbesar dari perkembangan ekonomi digital adalah dunia usaha terutama Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta konsumen. Sektor inilah yang nantinya akan mampu membawa Indonesia menjadi negara maju. Diharapkan industri kreatif ini tidak hanya menjadi euforia dalam negeri tapi juga berorientasi ekspor.

Pesatnya ekonomi digital membuat nilai tambah dapat dihasilkan. Namun dengan semakin cepatnya transformasi kegiatan digitalisasi ekonomi Indonesia, terdapat banyak tantangan yang turut menyertainya, dan karenanya membutuhkan perhatian ekstra dari Pemerintah. Ekonomi digital memiliki potensi rawan keamanan yang sangat tinggi, yaitu penyalahgunaan banyaknya data pribadi orang. Beberapa pihak menyarankan agar segera ada Undang-Undang mengenai perlindungan data digital untuk mengatur tambang data digital secara komprehensif.

Ekosistem ekonomi digital sebagai sharing economy bisa berjalan dengan baik, selama pihak-pihak yang bekerjasama hadir sebagai entitas yang legal, bukan ilegal.

Jadi, ada tugas ekstra bagi Pemerintah. Tidak hanya membebaskan adanya inovasi dalam ekonomi digital, tetapi juga harus bisa mengontrol. Selain itu, Pemerintah sebagai regulator harus bisa menangani isu keamanan, privasi, dan lainnya. Seperti contoh di Thailand yang sudah memiliki Ministers of Digital Economy and Society (Menteri Ekonomi Digital) yang bisa memberikan laporan langsung kepada Perdana Menteri.

Jika kita ingin mewujudkan Revolusi Industri 4.0, Pemerintah sebagai regulator membutuhkan koordinasi yang baik dengan semua stakeholder agar pertumbuhan ekonomi digital di Tanah Air dapat berjalan sesuai harapan serta minim resiko. Sambil terus berbenah, mari kita sambut dengan rasa optimis, bahwa kehadiran ekonomi digital akan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional untuk membawa bangsa Indonesia sejajar dengan bangsa lainnya di Asia Pasifik.[*]

Gerry Setiawan