13 Juli 2024

batasnegeri.com

Membangun Indonesia dari Pinggiran

Jangan Beri Peluang KKB Berlindung

BatasNegeri – TNI yang bertugas dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) terlibat baku tembak dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Keerom, Papua. Peristiwa itu membuat 1 anggota TNI gugur dan 1 anggota terluka.

Usai peristiwa itu, TNI berkoordinasi dengan konsulat RI di Papua Nugini (PNG). TNI meminta PNG menutup pintu keluar-masuk perbatasan dengan RI karena berdekatan dengan lokasi baku tembak. Disinyalir pintu-pintu itu dimanfaatkan KKB sebagai jalur keluar usai ‘mengacau’ di Bumi Papua.

“Saat ini tengah kordinasi dengan konsulat RI di PNG untuk melakukan penutupan pintu keluar-masuk RI-PNG,” ujar Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel CPL Eko Daryanto saat dimintai konfirmasi, Senin (30/12/2019).

Permintaan penutupan pintu keluar-masuk di perbatasan dilakukan untuk mencegah larinya pelaku ke PNG. Baku tembak KKB dengan Satgas Pamtas di Keerom, Papua, mengakibatkan satu anggota TNI Serda Miftachur Rohmat, gugur.

Adapun prajurit TNI yang gugur ialah Serda Miftachur Rohmat, yang bertugas sebagai Wadan Pos Bewan Baru. Sedangkan prajurit yang terluka akibat baku tembak adalah Prada Juwandhy Ramadhan. Prada Juwandhy mengalami luka tembak pada pelipis kanan dan pinggang kiri.

“Satu anggota kita gugur dan satu masih dirawat. Keduanya sudah dievakuasi ke RS Marthen Endey Jayapura,” tutur Eko.

Baku tembak ini terjadi sekitar 15 menit pada pukul 10.30 WIT saat anggota Yonif 713/ST mengambil logistik di Pos Kaliasin. Satu prajurit, yakni Serda Miftachur Rohmat, gugur. Sedangkan Prada Juwandhy Ramadhan mengalami luka tembak di pelipis kanan dan pinggang kiri.

TNI menduga KKB yang terlibat baku tembak dengan anggota TNI di Keerom, Papua, merupakan kelompok Jefri Pagawak. Diperkirakan ada 10 orang anggota KKB yang terlibat baku tembak.

“Pelaku ini kita duga pimpinan Jefri Pagawak. Saat melakukan penyerangan lebih dari 10 orang,” jelasnya. (detik)