17 Juli 2024

batasnegeri.com

Membangun Indonesia dari Pinggiran

Suasana di PLBN Entikong (Foto: Antara)

Cegah Corona, Walkot Samarinda Kaji Penutupan Jalur Perbatasan

Pemerintah Kota Samarinda berencana menutup sejumlah ruas jalan yang menuju kota. Penutupan jalan itu dilakukan sebagai langkah pencegahan virus Corona (COVID-19).

“Kita akan membatasi gerak, mungkin ada beberapa jalur yang akan kita tutup, untuk masuknya orang ke Kota Samarinda, kita akan mengizinkan hal yang berhubungan dengan logistik, biasanya arus barang, terutama sembako atau hal-hal lain yang khusus,” kata Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang di Kantor DPD Partai Demokrat, Samarinda, Minggu (29/3/2020).

Jaang mengatakan sejumlah water barrier dan traffic cone akan ditempatkan di perbatasan Kota Samarinda. Itu dilakukan guna meminimalkan masuknya warga luar Samarinda. Mengingat kasus Corona di Kalimantan Timur, khususnya Balikpapan, terus bertambah.

“Kita akan segera lakukan pertemuan dengan pihak kepolisian, TNI, dishub, dan Sekretaris Kota untuk membicarakan teknis penutupan ini, kenapa harus jalan ke Kota Balikpapan karena di daerah itu telah ditemukan 12 kasus positif Corona,” kata Jaang.

“Yang pasti penutupan tersebut untuk memutus rantai penyebaran virus COVID-19,” tegasnya.

Disinggung mengenai banyaknya warga yang tergabung dalam rombongan peserta itjima ulama di Gowa, Sulawesi Selatan, pada 19 Maret lalu, Jaang juga telah meminta dinas kesehatan melakukan pemantauan dan pendataan.

“Yang paling penting dan utama adalah orang yang baru masuk Samarinda harus berdiam dulu di rumahnya tidak berinteraksi dengan pihak luar dan melaporkan keberadaannya di 112 sehingga bisa terdata, ini tidak hanya membantu tidak menyebarnya virus COVID-19, namun juga membantu petugas medis di Kalimantan Timur,” tuturnya.

Sementara itu, Wibowo Handoko, warga Kota Samarinda, mendukung langkah Pemkot Samarinda jika memang akan menutup jalan masuk Kota Samarinda.

Lockdown secara keseluruhan saya pikir tidak sampai ke sana, tapi daerah-daerah tertentu yang memang populasi penduduknya tinggi, kemudian mobilitas penduduknya tinggi, tingkat lalu lintas warganya tinggi, ya, itu mungkin perlu diberlakukan semacam karantina kawasan terbatas,” kata Wibowo.[*]

detik.com