12 Juli 2024

batasnegeri.com

Membangun Indonesia dari Pinggiran

Serka Duarte dos Santos Sukses Kembangkan Anggur di Perbatasan Atambua

BatasNegeri – Anggota TNI dari Kodim 1605/Belu, Korem 161/Wira Sakti Kupang, Serka Duarte dos Santos sukses mengembangkan anggur.

Serka Santos yang adalah Babinsa di Silawan itu membudi-dayakan anggur bersama sang istrinya Elisa Marques di lahan miliknya, berlokasi di Dusun Aisik, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, NTT.

Mereka membudidaya anggur sejak tahun 2015. Buah dari ketekunan dan keuletan pasangan suami istri ini, kini mereka memanen buah anggur dengan penuh suka cita. Panen perdana dilakukan oleh Uskup Atambua Mgr. Dominikus Saku, Pr, Minggu (9/8/2020) siang.

Uskup Atambua hadir saat panen perdana karena salah satu anggota keluarga pemiliki anggur ini adalah pengurus gereja yakni Elisa Marques istri dari anggota TNI Duarte dos Santos. Elisa selaku Ketua Dewan Stasi Seroja di Desa Silawan.

Turut hadir saat itu, Pastor Paroki Stella Maris Atapupu, Romo Yoris Giri, Pr bersama pastor pembantu, Kepala Desa Silawan, Fernandes Kali, Danpos Damar Satgas Yonif RK 744/SYB, Letda (Inf) Anggun Wahyu Wuryanto dan warga setempat.

Usaha anggur yang dibudidayakan Elisa Marques ini pantas dijadikan contoh bagi masyarakat lain di Desa Silawan khususnya.

Seorang istri TNI yang memiliki penghasilan tetap dari suami masih saja berniat dan bersemangat untuk membudidaya anggur. Begitu pun, suaminya yang adalah seorang anggota TNI dengan beban tugas yang banyak tapi masih bisa mengatur waktu untuk berusaha anggur.

Semangat usaha yang dilakonkan pasangan Duarte dos Santos dan Elisa Marques ini termotivasi dengan
harga anggur yang sangat menjanjikan di pasaran. Kemudian, tanah Silawan cocok untuk kembangkan anggur.

Untuk konteks Belu bahkan NTT, tanaman anggur tergolong langkah tapi konsumen tidak langkah. Peminat buah yang satu ini banyak. Selama ini anggur yang berjualan di Atambua, Kabupaten Belu masih didatangkan dari luar NTT. Harga berkisar 70.000-90.000 per kilo.

Pada kesempatan itu, Uskup Dominikus mengemukan, gereja selalu mendukung pemberdayaan ekonomi umat melalui usaha peternakan, perkebunan maupun pertanian guna meningkatkan ekonomia rumah tangga.

“Kebun anggur ini menjadi contoh bagi warga lain untuk menanam anggur guna tingkatkan ekonomi warga,” kata Uskup Dominikus.

Uskup Domi berharap, keberadaan kebun anggur ini bisa memotivasi warga lain untuk melakukan budidaya anggur di Silawan.

Kepada anggota TNI, Serka Duarte dos Santos diharapkan bisa berbagi ilmu untuk budidaya anggur kepada masyarakat. Bila perlu mendampingi warga yang lagi berniat untuk usaha anggur. Hal ini sejalan dengan tugas sebagai babinsa di Desa Silawan.

Kepala Dusun Aisik, Elisa Marques yang adalah pemilik kebun anggur menuturkan, ia bersama suaminya Duarte dos Santos yang juga anggota TNI di Kodim 1605/Belu itu mulai menanam anggur tahun 2015. Mereka menanam anggur karena daerah Silawan cocok untuk tanam anggur. Iklimnya sangat mendukung.

Menurut Elisa, budidaya anggur ini sudah menjadi suatu program unggulan Desa di bidang pertanian karena tanahnya cocok. Kemudian, harga anggur sangat menjanjikan dalam meningkatkan ekonomi rumah tangga. Selain itu, Silawan memiliki keunggulan dalam mengembangkan usaha buah-buahan karena berada di pintu batas negara Indonesia dan Timor Leste.

Elisa menambahkan, sebagai istri tentara, ia mendampingi pekerjaan yang telah dirintis suaminya. Kebun anggur tersebut selain meningkatkan ekonomi keluarganya juga bisa sebagai kebun contoh bagi masyarakat. Tentunya, hal ini mendukung tugas suami yang adalah Babinsa.

Selaku kepala dusun ia mendukung karena budidaya anggur sejalan dengan program pemerintah desa. Ia terus memotivasi warga agar bisa mengembangkan usaha yang sama.

Ditanya mengenai pasaran anggur, Elisa mengatakan, pasaran anggur saat ini bagus. Harga perkilogram sudah berkisar 70.000. Namun mereka masih menjual dengan harga Rp 50.000 per kilogram karena sejumlah pertimbangan.

“Awalnya kita jual harga Rp70.000. Namun karena ada pertimbangan satu dan lain hal sehingga perkilonya kita jual harga Rp50.000. Harga ini dapat terjangkau oleh masyarakat,” tambah Elisa.

Babinsa Silawan, Serka Duarte dos
Santos mengajak warga Silawan untuk bergerak membudidaya anggur. Jadikan anggur sebagai komoditi unggulan Desa Silawan yang dapat meningkatkan ekonomi rumah tangga. (tribunnews)