24 Juli 2024

batasnegeri.com

Membangun Indonesia dari Pinggiran

Bangun Jalan, Pemprov Kaltara Permudah Akses Bagi Warga Perbatasan

BatasNegeri – Kepala Bappeda dan Litbang Kalimantan Utara ( Kaltara ), Risdianto mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara terus melakukan sejumlah upaya dalam mempermudah akses bagi daerah perbatasan Indonesia-Malaysia.

Daerah di Kaltara yang diketahui berbatasan langsung dengan Malaysia, yakni Kabupaten Malinau dan Nunukan.

Panjang wilayah perbatasan di Kaltara mencapai sekitar 1.038 kilometer.

Hal itu disampaikan Risdianto saat didapuk sebagai pembicara dalam Respons Kaltara di Kantor Gubernur Kaltara, Jl Agatis, Tanjung Selor.

“Upaya yang telah dilakukan, selama Kaltara dibentuk, dari 1.038 km kita sudah membangun jalan kurang lebih 962 kilometer, baik itu jalan pararel, maupun akses jalan pendekat di daerah perbatasan. Ini upaya kita untuk mempermudah pendistribusian logistik bahan pokok ke wilayah perbatasan,” kata Risdianto, Rabu (12/8/2020).

Risdianto menambahkan, upaya lainnya dengan Sosek Malindo. Hal itu telah dibangun komunikasi yang efektif.

Tujuannya, agar pemenuhan transaksi ekonomi yang dilakukan, bisa memenuhi kebutuhan di wilayah perbatasan RI-Malaysia.

“Ada empat kerja sama dengan Malaysia, yakni BIMP-EAGA, Sosek Malindo, Pertahanan dan Hak of Borneo, serta kerja sama di bidang pariwisata.

Mungkin kita sempat mendengar adanya penutupan daerah perbatasan, namun melalui Sosek Malindo kita minta dibuka kembali pintu ekonomi perbatasan.

Itu semua merupakan upaya dari Pemprov Kaltara di bawah kepemimpinan Gubernur Irianto Lambrie, membantu pemenuhan kebutuhan warga kita di perbatasan,” ujarnya.

Sementara itu, Kadis Perindagkop dan UKM Kaltara, Hartono mengatakan, untuk mengurangi disparitas harga di perbatasan, melalui pemberian Subsidi Ongkos Angkut (SOA) dan Sosek Malindo.

Selama ini, kata dia, program SOA dan Sosek Malindo telah berjalan dengan baik.

“Dengan adanya SOA wilayah perbatasan sangat terbantu. Banyak yang merasa terbantu, bahkan jalur darat banyak yang sudah terbuka. Sehingga pengiriman kebutuhan bahan pokok, atau bahan bangunan ke perbatasan menjadi mudah,” ucapnya. (tribunnews)