17 Juli 2024

batasnegeri.com

Membangun Indonesia dari Pinggiran

Yang Berbeda dari HUT RI KE-75 di Istana Negara

BatasNegeri – Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka Jakarta tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Pandemi virus corona Covid-19 yang masih melanda Tanah Air membuat upacara detik-detik proklamasi itu berlangsung dengan segala keterbatasan, namun tetap berjalan khidmat.

Pada akhirnya Bendera Sang Saka Merah Putih tetap bisa dikibarkan di langit Istana.

Berikut berbagai hal yang berbeda dalam peringatan HUT RI di Istana tahun ini:

Tak undang masyarakat

Pada tahun-tahun sebelumnya, Istana selalu mengundang masyarakat dari berbagai kalangan untuk ikut menyaksikan secara langsung upacara di Istana. Bahkan komposisi jumlah masyarakat yang diundang biasanya lebih banyak ketimbang para pejabat yang hadir.

Namun tahun ini tidak ada lagi masyarakat yang diundang karena pandemi Covid-19 mengharuskan penerapan jaga jarak.

Kendati demikian, tahun ini Istana tetap mengajak masyarakat umum untuk mengikuti upacara peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan RI secara virtual. Ada 17.845 kuota yang disediakan untuk menghadiri upacara HUT ke-75 RI di Istana secara daring.

Bagi yang tak mendapatkan kuota juga tetap bisa menyaksikan upacara lewat layanan streaming di YouTube hingga TV Nasional.

Seluruh masyarakat pun diimbau untuk mengambil sikap sempurna dan hormat ke bendera merah putih dari kediaman masing-masing pukul 10.17 WIB.

Hanya dihadiri enam pejabat negara

Selain tak mengundang masyarakat, pejabat yang hadir langsung di Istana pun dibatasi.

Hal ini sebagaimana tercantum dalam Surat Edaran Menteri Sekretaris Negara tentang pedoman peringatan HUT ke-75 RI.

Pejabat yang hadir secara fisik yakni, Presiden Joko Widodo sebagai Inspektur Upacara. Kemudian Wakil Presiden Ma’ruf Amin. Lalu, Ketua MPR Bambang Soesatyo sebagai pembaca teks proklamasi dan Menteri Agama Fachrul Razi selaku pembaca doa.

Kemudian terlihat juga Ketua DPR RI Puan Maharani, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Idham Azis.

Adapun para menteri dan pimpinan lembaga negara lainnya diwajibkan mengikuti upacara pengibaran dan penurunan bendera pusaka secara virtual dari kantor masing-masing.

Para mantan presiden dan wakil presiden juga mengikuti jalannya upacara secara virtual. Biasanya, seluruh pejabat hingga duta besar negara sahabat hadir secara langsung di istana.

Petugas dibatasi

Selain pejabat, petugas upacara pun dibatasi. Petugas yang hadir di Istana hanya terdiri dari satu komandan upacara, tiga orang pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka), 20 orang pasukan upacara dari TNI/Polri, 24 orang korps musik, dua orang MC.

Selain itu, ada juga 17 anggota TNI yang bertugas sebagai pasukan pelaksana tembakan kehormatan saat upacara detik-detik proklamasi.

Pada tahun sebelumnya, untuk Paskibraka saja mencapai 68 orang. Tahun ini total hanya ada delapan anggota Paskibraka yang bertugas, yang diambil dari pasukan cadangan tahun lalu.

Tiga anggota paskibraka bertugas untuk upacara kenaikan bendera dan tiga anggota untuk upacara penurunan. Sisanya, dua anggota cadangan. Tiga anggota paskibraka yang tergabung dalam Tim Sabang pun sudah sukses mengibarkan bendera merah putih. Ketiganya yakni Indrian Puspita Rahmadhani dari Provinsi Aceh terpilih sebagai pembawa baki, Muhammad Adzan dari Provinsi Nusa Tenggara Barat sebagai komandan kelompok sekaligus pembentang bendera, dan I Gusti Agung Bagus Kade Sanggra Wira Adhinata dari Provinsi Bali yang sebagai pengerek bendera.

Hiburan virtual

Tahun ini tak ada lagi panggung yang dikhususkan untuk hiburan. Acara hiburan yang biasanya ditampilkan sebelum upacara dimulai kini ditampilkan secara virtual.

Hiburan dimulai dengan penampilan Tiara Andini atau Tiara Idol yang membawakan lagu daerah Kampung Nan Jauh di Mato. Lalu dilanjutkan dengan Nowela yang membawakan lagu daerah Jali-jali.

Penampilan kedua penyanyi ini diiringi sejumlah tarian tradisional yang membentuk sejumlah kolase video. Selanjutnya, ada Raisa Andriana yang membawakan lagu Indonesia Pusaka berlatar video perjuangan petugas medis melawan Covid-19.

Selain itu, ada juga penampilan paduan suara dan orkestra Gita Bahana Nusantara. Paduan suara yang terdiri dari putra-putri terbaik di 34 provinsi itu setiap tahun memang tak pernah ketinggalan meramaikan upacara di Istana. Kali ini, Gita Bahana Nusantara didampingi penyanyi Lyodra membawakan lagu Merah Putih ciptaan Gombloh. (kompas)