13 Juli 2024

batasnegeri.com

Membangun Indonesia dari Pinggiran

Panjangnya 292 KM, Proyek Peningkatan Jalan di Perbatasan Timor Leste Dihantui Banyak Masalah

BatasNegeri – Kementerian PUPR terus meningkatkan kualitas jalan di perbatasan di sejumlah sudut batas Republik Indonesia.

Salah satunya di ruas Sabuk Merah, Nusa Tenggara Timur yang lokasi proyeknya berbatasan dengan Timor Leste.

Peningkatan kualitas jalan sepanjang 292 kilometer di wilayah itu ternyata dihantui banyak masalah.

Lantas, permasalahan apa saja yang menjadi penghalang dalam merealisasikan peningkatan jalan di perbatasan Timor Leste tersebut?

Ya, Kementerian PUPR tengah menggarap proyek peningkatan kualitas jalan di Nusa Tenggara Timur tepatnya di ruas Sabuk Merah.

Disebut Sabuk Merah, lantaran ketika Timor Leste memisahkan diri dari NKRI, TNI menandai peta perbatasan itu dengan garis merah.

Pembangunan infrastruktur di garda terluar negara memang layak menjadi prioritas pemerintah.

Alasannya, yakni memperkuat perbatasan NKRI sehingga perbaikan jalan bertujuan agar warga yang tinggal disana lebih mudah melakukan kegiatan ekonominya.

Sebagai informasi, sektor dagang ikan menjadi ekonomi andalah di sejumlah desa yang ada di ruas Sabuk Merah sektor barat dan timur.

Kementerian PUPR telah menggarap proyek peningkatan jalan di wilayah perbatasan ini sejak tahun 2020 lalu.

Pembangunan jalan sepanjang 292 kilometer dari sektor barat dan timur berhasil dimantapkan dengan aspal.

Rinciannya, pengerjaan jalan di sektor timur berhasil selesai seluruhnya sepanjang 179 kilometer.

Kemudian di sektor barat diketahui telah ada 6 ruas yang berhasil selesai dari total 8 ruasnya.

Bentang jalur yang berhasil diselesaikan Kementerian PUPR di sektor barat ini panjangnya mencapai 113 kilometer.

Untuk lebar pengerasan jalannya berukuran 2 x 3 meter dengan bahu jalan selebar 2,5 meter.

Hadirnya ruas jalan Sabuk Merah sektor barat setidaknya bisa menghubungkan 3 desa yang selama ini terisolir.

Ketiga desa itu diantaranya Desa Haumenianan, Inbate dan Napan yang termasuk wilayah Kecamatan Bikomi Utara Nusa Tenggara Timur.

Namun, pembangunan peningkatan jalan ini tidak terlepas dari sejumlah kendala yang dihadapi di sektor barat dan timur.

Pembangunan jalan di sektor barat diketahui terdapat kendala berkaitan dengan adanya beberapa bagian yang masuk dalam area hutan lindung.

Sehingga, penyelesaiannya harus dilakukan menunggu adanya Penetapan Area Kerja (PAK) yang lugas.

Bukan itu saja, skema izin pinjam lahan kawasan hutan juga memerlukan lampu hijau dari Kementerian LHK.

Sedangkan masalah dalam kontruksi di sektor timur lebih terkait topografi yang daerahnya berupa perbukitan.

Belum lagi dengan adanya curah hujan yang tinggi, membuat tanah rawan longsor sehingga butuh penanganan lebih ekstra.

Walaupun terdapat sejumlah kendala, jalan perbatasan NTT – Timor Leste di ruas Sabuk Merah khususnya di sektor timur berhasil diselesaikan seluruhnya.

Hal ini tentu tidak terlepas dengan adanya kucuran dana sebesar Rp120 miliar sehingga proyek jalan tersebut rampung meskipun dihantui sejumlah kendala.

Dengan kemantapan kualitas jalan ini, masyarakat kini semakin mudah untuk melakukan distribusi penjualan ikan dari desa menuju kota.

Demikianlah informasi mengenai proyek pemantapan kualitas jalan di perbatasan Timor Leste yang dihantui banyak kendala.[*]

palpres.disway.id