13 Juli 2024

batasnegeri.com

Membangun Indonesia dari Pinggiran

Perjuangan Polri Demi Sukseskan Pemilu di Pulau Terluar

BatasNegeri – Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 di Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau, sukses digelar, Rabu (14/2/2024). Di balik suksesnya pemilu serentak ini, terdapat petugas yang berjuang sekuat tenaga.

Salah satunya di Dusun Pakcut, Desa Dungun Baru, Kecamatan Rupat. Petugas kepolisian Polsek Rupat bersama TNI, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pengawasan Kecamatan (Panwascam) Kecamatan Rupat, dan Linmas, berjibaku menyukseskan pemilu di pulau terluar Indonesia itu.

Kapolsek Rupat AKP Siswoyo mengatakan, pihaknya melakukan pengamanan setiap tahapan pemilu di Kecamatan Rupat.

“Alhamdulillah, walaupun banyak tantangan, semuanya dapat berjalan lancar sampai selesai penghitungan suara. Kami melakukan pengamanan dan pengawasan setiap tahapan pemilu,” ucap Siswoyo, Kamis (15/2/2024).

Siswoyo menuturkan, Dusun Pakcut salah satu permukiman warga yang cukup sulit dijangkau. Untuk pendistribusian logistik sehari sebelum pemilu, petugas gabungan harus menempuh perjalanan jauh.

Dari pusat desa ke Dusun Pakcut, jarak tempuh sekitar 3 jam jalan darat. Petugas membawa 5 kota suara ke Dusun Pakcut. Di dusun ini hanya ada satu tempat pengumuman suara (TPS), yaitu TPS 04, dengan daftar pemilih tetap (DPT) 208 orang.

Siswoyo mengatakan, kondisi jalan yang dilewati banyak berlubang dan berlumpur.

“Di perjalanan mobil pengangkut logistik pemilu terpuruk ke dalam lumpur  sampai jam 11 malam. Petugas berupaya mendorong mobil hingga berhasil dievakuasi,” kata Siswoyo.

Logistik pemilu, sambung dia, akhirnya sampai ke Dusun Pakcut dini hari pukul 02.00 WIB. Logistik disimpan di rumah kepala dusun (Kadus) dengan pengawalan ketat pihak kepolisian.

Setelah selesai pemilihan, petugas Kelompok Penyelenggara Pengumuman Suara (KPPS) mulai melakukan penghitungan suara. Dusun Pakcut belum ada listrik PLN sehingga penerangan hanya menggunakan genset.

“Penghitungan suara sampai jam 3 subuh. Penerangan pakai genset tadi malam,” kata Kapolsek.

Setelah penghitungan suara TPS selesai, selanjutnya kotak suara dibawa ke kantor Desa Dungun Baru. Lalu, kotak suara dijemput petugas PPK untuk dibawa ke kecamatan.

Selain tidak ada listrik PLN, kata Siswoyo, satu lagi kendala yang dihadapi adalah susahnya jaringan internet. Petugas menjadi kesulitan berkomunikasi satu sama lain.

Untuk mendapatkan jaringan internet, petugas harus pergi ke pinggir sungai Selat Morong. Tak begitu jauh dari dusun.

“Sinyal juga sangat susah di Dusun Pakcut. Untuk berkomunikasi, kami pergi ke tepi sungai, karena di situ baru ada sinyal, tapi hilang timbul,” sebut Siswoyo.

Dia menyebut, warga di daerah terpencil ini sangat antusias mengikuti pemilu.

“Animo masyarakat sangat tinggi dalam menyalurkan hak pilihnya. Tingkat partisipasi masyarakat 80 persen,” kata Siswoyo.

Siswoyo mengapresiasi anggota yang telah menjalankan tugas dengan baik hingga pemilu di Pulau Rupat berjalan dengan aman dan damai.

“Sebelum pemilu, kami dari Polsek Rupat sudah gencar melakukan cooling system, agar pemilu berjalan dengan lancar dan kondusif,” tambah Siswoyo.

Salah seorang tokoh masyarakat Dusun Pakcut, Adia (50), berharap kepada pemerintah, agar memperhatikan masyarakat di Dusun Pakcut.

“Pemilu sudah kami ikuti. Sudah nyoblos sesuai hati nurani. kami berharap kepada pemimpin yang terpilih nantinya, agar memperhatikan kami masyarakat di pulau terluar ini,” ucap Adia kepada wartawan.

Menurutnya, persoalan yang mesti diperhatikan pemerintah terhadap Dusun Pakcut, diantaranya, listrik PLN, internet dan pembangunan jalan menuju dusun.

“Kondisi jalan ke dusun kami masih jalan tanah. Kalau hujan, susah dilewati,” ujar Adia.[*]

rri.co.id