24 Juli 2024

batasnegeri.com

Membangun Indonesia dari Pinggiran

Singapura akan Buka Jalur Imigrasi Otomatis untuk Semua Wisman, Tak Perlu Tunjukkan Paspor

BatasNegeri –  Singapura telah mengumumkan sistem kontrol perbatasan otomatis untuk menyederhanakan proses imigrasi bagi pengunjung asing. Checkpoints Authority of Singapore (ICA) memperkenalkan Automated Border Control System bagi wisatawan asing. Sistem ini membuat turis dari luar Singapura tak perlu lagi menunjukkan paspor saat melewati pos imigrasi negara tersebut. 

ICA mengumumkan pada Selasa, 13 Februari 2024, sistem kontrol perbatasan ini dapat digunakan semua wisatawan asing dari negara mana pun. Mereka bisa memindai paspor mereka di bawah sistem kontrol perbatasan otomatis baru. Untuk keluar, mereka akan menjalani pemeriksaan biometrik tetapi tidak perlu menunjukkan paspor lagi.

Jalur otomatis yang merupakan bagian dari Konsep Izin Baru ICA, dijadwalkan mulai beroperasi pada paruh kedua 2024. Inisiatif ini akan menggantikan loket manual dan jalur yang ada di pos pemeriksaan, menyederhanakan proses perizinan imigrasi bagi penduduk dan pengunjung ke Singapura tanpa memerlukan biaya tambahan presentasi paspor.

Pada 2023, lebih dari 160 jalur otomatis dipasang. Rencananya, ada 230 jalur tambahan akan dipasang pada 2024 untuk meningkatkan kapasitas izin. Saat ini, hanya penduduk Singapura dan pemegang paspor dari 60 yurisdiksi yang dapat memanfaatkan Sistem Kontrol Perbatasan Otomatis berdasarkan Inisiatif Izin Otomatis. Negara-negara yang memenuhi syarat antara lain Jepang, Malaysia, Australia, Amerika Serikat, Inggris, dan Thailand. Pemegang Kartu Perjalanan Bisnis Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (ABTC), izin kerja, dan izin kerja juga berhak menggunakan jalur otomatis.

Konsep ini menggunakan biometrik multimodal, menangkap iris mata, sidik jari, dan detail wajah. Pengidentifikasi biometrik ini harus didaftarkan terlebih dahulu ke ICA atau pada saat izin imigrasi kedatangan.

Singapura menerima kunjungan lebih dari 193 juta yang melewati semua pos pemeriksaan pada 2023. Jumlah ini merupakan peningkatan sebesar 80 persen dari 2022, mendekati angka sebelum pandemi pada tahun lalu.[*]

tempo.co