24 Juli 2024

batasnegeri.com

Membangun Indonesia dari Pinggiran

Malaysia Jadi Destinasi Wisata Populer di Asia Tenggara, Indonesia ke-5

BatasNegeri – Malaysia kembali menjadi destinasi wisata paling populer di Asia Tenggara pada tahun 2023 dan capaian ini pun menjadi sorotan. Mengutip dari laman VNExpress, data Kementerian Pariwisata Malaysia pada Desember 2023 mencatat hampir 29 juta kedatangan turis selama satu tahun terakhir

Angka tersebut pun sukses membuat Malaysia sebagai juara destinasi populer di ASEAN. Sebelumnya, tahta tersebut dimiliki Thailand pada masa sebelum pandemi COVID-19.

Sementara itu, Thailand berada di peringkat kedua dengan jumlah wisatawan asing yang mencapai 28 juta orang, lalu diikuti oleh Singapura dengan 13,6 juta kedatangan turis.

Selanjutnya, Vietnam berada di urutan keempat dengan 12,6 juta kedatangan, sedangkan Indonesia ada di peringkat kelima yang mencatat 11 juta kedatangan wisatawan asing. Filipina dan Kamboja harus puas dengan masing-masing wisatawan mancanegara yang datang sekitar 5,4 juta wisatawan internasional pada tahun 2023.

Capaian yang diraih Malaysia ini bukanlah kali pertama. Sebelumnya, pada tahun 2009 hingga 2013, Malaysia juga menjadi destinasi wisata yang populer di Asia Tenggara.

Meskipun pada tahun 2024, Malaysia sempat tergeser oleh Thailand, namun berhasil kembali unggul. Namun, sejak tahun 2015, Thailand telah menempati posisi pertama.

Negara-negara ASEAN sendiri makin gencar berlomba-lomba untuk menarik wisatawan asing untuk berkunjung dengan kebijakan imigrasi yang fleksibel sejak akhir tahun lalu. Misalnya saja, Malaysia yang mengizinkan wisatawan dari Tiongkok dan India untuk masuk bebas visa selama 30 hari mulai 1 Desember lalu.

Kebijakan serupa juga diterapkan oleh Thailand. Sementara itu, Vietnam juga memberikan visa turis selama tiga bulan bagi warga negara dari berbagai negara dan wilayah.

Tak hanya itu, mereka juga melipatgandakan durasi tinggal di Vietnam menjadi 45 hari bagi warga negara dari 13 negara yang dibebaskan secara sepihak dari visa. Melihat persaingan regional yang begitu kuat, Perdana Menteri Pham Minh Chinh pekan lalu memerintahkan kementerian-kementeriannya untuk mempertimbangkan perluasan pengecualian visa bagi warga negara dari negara-negara tertentu sesuai dengan kegiatan kerja sama bilateral.

“Malaysia memiliki konektivitas yang sangat baik, lapangan udara sudah terbangun dan festival beragam. Kami akan bekerja sama dengan kemnhub dan lain untuk meningkatkan kapasitas bandara, terutama bandara utama, Bandara I Gusti Ngurah Rai dan Bandara Soetta,” ujar Sandiaga.

“Kita harus naik lagi, bukan di posisi kelima. Berkaca wisata Malaysia yang mencapai 29 juta pengunjung, kita harus memiliki konektivitas dan pola promosi yang oke, jalur darat, ya jalur darat Malaysia dan Singapura itu bisa kita lakukan juga dengan meningkatkan wisata berbasis perbatasan,” ujar Sandiaga.

Selain itu, Sandiaga juga mengatakan bahwa Indonesia harus memiliki konektivitas dan pola promosi yang baik untuk dapat bersaing dengan top three. Ia juga mengatakan bahwa Kemenparekraf bekerja sama dengan Kemenhub untuk meningkatkan beberapa bandara utama.[*]

rexnewsplus.com