13 Juli 2024

batasnegeri.com

Membangun Indonesia dari Pinggiran

Perayaan Hari Pertanian Organik (HPO) Dataran Tinggi Krayan, Kabupaten Nunukan,

Masyarakat Krayan Tak Merasakan Dampak Naiknya Harga Beras

BatasNegeri – Satu-satunya wilayah di Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara  yang tak merasakan dampak naiknya harga beras adalah Krayan. Wilayah yang langung berbatasan dengan Malaysia Timur sejak Indonesia merdeka, mampu memenuhi sendiri kebutuhan berasnya dari usaha tani anorganik.

“Harga beras di Krayan tidak mengalami kenaikan, hal ini disebabkan wilayah di dataran tinggi tersebut masuk kategori penghasil beras yang cukup untuk dikonsumsi oleh masyarakatnya,” kata Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Nunukan, Dior Frames pada Niaga.Asia, Rabu (28/02/2024).

Menurut Dior,  rata-rata kepala keluarga di Krayan memiliki sawah secara turun menurun. Sawah tetap diolah jadi menghasilkan beras sambil mengerjakan pekerjaan lain, seperti jadi guru, aparat desa, dan pegawai pemerintah.

“Nyari tidak ada keluarga dari penduduk asli Krayan kesulitan dapat beras,” terangnya.

Sedangkan beras Adan yang dihasilkan petani di Krayan, selain dikonsumsi sendiri, ada juga yang dijual kepada pendatang yang tinggal di Krayan, atau ke Malaysia. Harga jual beras lokal Krayan, jenis beras putih Rp280.000 per 15 kilogram, sedangkan harga jual beras merah  Rp 350.000 per 15 kilogram.

Sedangkan di masyarakat di pulau Nunukan, Sebatik, dan wilayah sekitarnya, seperti Sei Menggaris, lain lagi ceritanya, karena mengandalkan pasokan beras dari Sulawesi Selatan (Sulsel), sejak lima bulan lalu sudah membeli harga beras lebih mahal dari yang biasanya.

“Harga beras di Nunukan, Sebatik dan sekitarnya sangat dipengaruhi harga beras di Sulsel. Sejak Triwulan III tahun 2023  harga beras sudah naik akibat adanya gagal panen di Sulsel yang disebabkan kemarau panjang,” ujar Dior.

Saat ini harga beras premium di Nunukan Rp16.000 per kilogram , padahal sebelumnya, harganya Rp12.000 per kilogram. Harga beras medium sekarang dibandrol Rp 14.700  perkilogram, padahal sebelum ada gagal panen di Sulsel, harganya Rp 11.000 per kilogram.

“Kalau harga beras di Sulsel naik, harga di Nunukan pasti ikut mengalami kenaikan, tinggal berapa besar kenaikan itu,” bebernya.

Mski pasokan beras dari Sulsel terganggu ke Nunukan, ujar Dior, stok beras jelang bulan Ramadhan tahun 2024 untuk wilayah Nunukan diperkirakan aman. Untuk memenuhi kebutuhan beras di Nunukan dan sekitarnya, baik pemerintah maupun pedagang tidak bisa mendatangkan beras dari Krayan yang surplus beras sebab, biaya transportasi mahal, harus diangkut naik pesawat udara.

“Produksi beras di Krayan lebih dari cukup, tapi untuk dikirim ke Nunukan sangat sulit,” terangnya.

Tidak seperti beras, harga jual komoditi bahan pokok lainnya di pasar tradisional masih tergolong normal, namun begitu, Dior memperkirakan harga-harga barang kemungkinan melonjak naik memasuki bulan Ramadhan.

“Harga sayuran dan lainnya masih normal, stok barang juga cukup tersedia, tapi kemungkinan nantinya naik di bulan Ramadhan,” tutupnya.[*]

niaga.asia