13 Juli 2024

batasnegeri.com

Membangun Indonesia dari Pinggiran

Patroli Gabungan Indonesia-Malaysia, 223 Patok Perbatasan Kondisinya Aman

BatasNegeri – Komandan Satuan Tugas Perbatasan (Dansatga Pamtas) Yonarhanud 8/MBC Letkol (Arh) Iwan Hermaya memimpin upacara penutupan Patroli Terkoordinasi (Pakor) Seri I tahun 2024 Satgas Pamtas Yonarhanud 8/MBC bersama Batalyon 26 RAMD Tawau, Malaysia, Jum’at (1/3/2024).

“Ini Patkor kedua kalinya bagi Satgas Pamtas Yonarhanud 8/MBC selama bertugas di wilayah perbatasan Nunukan, Kalimantan Utara,” kata Letkol (Arh) Iwan Hermaya pada Niaga.Asia.

Letkol Arh Iwan Hermaya menyampaikan Patroli Terkoordinasi (Patkor) Seri I/2024 itu berfokus pada patoli patok perbatasan yang terbentang di wilayah pengamanan SSK II Sei Manggaris dengan total sebanyak 223 patok

Dari hasil Patkor personel gabungan RI-Malaysia berhasil menemukan Patok Tipe A sebanyak satu buah, Tipe B sebanyak 3 buah Tipe C sebanyak 42 buah dan Tipe D sebanyak 177 buah dengan kondisi yang keadaan baik.

“Selama pelaksanaan semuanya berjalan dengan lancar tanpa adanya kendala. Begitupun dengan 223 patok ini kondisinya baik semua tidak yang hilang ataupun rusak,” kata Iwa kepada benuanta.co.id, Sabtu (2/3/2024).

Iwan mengungkapkan, atas terlaksananya patroli ini dengan lancar pihaknya mengucapkan terima kasih kepada seluruh prajurit baik dari Satgas Pamtas Yonarhanud 8/MBC maupun prajurit dari Batalyon 26 RAMD. Patkor ini merupakan kali keduanya di laksanakan selama Satgas Pamtas Yonarhanud 8/MBC bertugas di Nunukan.

“Tentunya kita harapkan ini bisa menjadi momentum penting bagi kedua negara di mana sama-sama dapat mengetahui batas wilayah masing-masing dan juga diharapkan dapat menjadi wujud dari tali persaudaraan sesama negara serumpun,” ungkapnya.

Iwan mengatakan tujuan dari Patkor sebagai upaya melakukan pencegahan terhadap kegiatan ilegal seperti, illegal logging, illegal mining, human trafficking, pelintas batas ilegal dan kriminalitas seperti narkoba maupun barang yang melanggar hukum lainnya yang kerap memanfaatkan celah yang ada di wilayah perbatasan kedua negara.

“Kita juga berharap terciptanya wilayah yang kondusif di daerah perbatasan darat RI-Malaysia sehingga kedepannya tidak muncul konflik antar sesama warga perbatasan,” jelasnya.[*]