12 Juli 2024

batasnegeri.com

Membangun Indonesia dari Pinggiran

Bus Jadi Transportasi Favorit di Pos Lintas Entikong

BatasNegeri – Moda transportasi bus menjadi primadona bagi para pelintas antarnegara dari Indonesia menuju Malaysia atau sebaliknya. Ini terlihat dari antrean di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

PLBN Entikong yang dikelola Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) merupakan pintu perlintasan negara yang berbatasan dengan Tebedu, Sarawak, Malaysia. Tercatat ada lima Angkutan Lintas Batas Negara (ALBN) berupa transportasi bus yang beroperasi melewati PLBN Entikong

“Dari Indonesia ada bus Damri dan Setia Jiwana Sakti (SJS). Kalau dari Malaysia ada bus Eva dan Biaramas, sedangkan dari Brunei ada bus Murni Haje Saban,” kata Kepala PLBN Entikong, Viktorius Dunand dalam keterangan di laman BNPP, Jumat (8/3).

Setiap hari, sejak pukul 03.00 WIB dini hari, bus-bus antar lintas negara sudah berbaris antre di depan pintu gerbang PLBN Entikong. Padahal jam operasional PLBN Entikong baru dibuka pada pukul 07.00 WIB.

“Saat gerbang dibuka akan ada ratusan penumpang dari angkutan umum dan pelintas kendaraan pribadi yang bersiap lari sambil membawa barang bawaannya. Mereka akan berebut untuk antre melakukan cap di paspor,” kata Viktor

Dari catatan PLBN Entikong, pada  Februari 2024 tercatat sebanyak 206 bus yang membawa 3.860 penumpang di jalur keberangkatan kendaraan PLBN Entikong. Sedangkan di jalur kedatangan kendaraan total ada  202 bus  yang membawa 4.082 penumpang.

“Para pelintas antarnegara memilih jalur darat untuk menuju Kuching, Malaysia atau bahkan ke Brunei Darussalam untuk berbagai keperluan. Mulai dari untuk urusan  berobat, mengunjungi keluarga, atau hanya sekedar berwisata,” ujar Viktor.

Untuk harga tiket dari Pontianak tujuan Brunei Darussalam berkisar Rp.1.100.000.  Sedangkan untuk tujuan Kuching, Malaysia, tiket kelas Royal dibandrol Rp.350.000 dan kelas ekonomi Rp 270.000.[*]

rri.co.id