24 Juli 2024

batasnegeri.com

Membangun Indonesia dari Pinggiran

Ulubelu Jadi ‘Negeri Tiga Energi’ Lewat Inovasi Energi Hijau Pertamina

BatasNegeri – Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Ulubelu, Kabupaten Tanggamus, Lampung.

Pembangunan PLTS ini menjadi bagian dari proses transisi energi di Indonesia. PLTS ini pertama kali dimanfaatkan oleh Green House kebun melon hidroponik milik kelompok pemuda tani. Usaha perkebunan melon hidroponik ini merupakan mitra binaan PT Pertamina Geothermal Energy (PGE).

Ketua kelompok pemudah tani, Edi, mengaku bersyukur dengan adanya pembangunan PLTS ini. Menurutnya, PLTS sangat membantu dari segi pembiayaan listrik yang lebih efisien.

“Sejak ada PLTS, kalau hari sedang panas saya justru tambah semangat, berarti pompa air dan sistem pengairan pemberian nutrisi hidroponik akan berjalan lancar, tentunya dengan biaya listrik yang lebih efisien,” ujar Edi.

Menurutnya, sejak hadirnya PLTS di Green House-nya, kelompok tani dapat menghemat 200 ribu rupiah setiap bulan. Bagi Edi dan kelompok tani, nilai tersebut sangat berarti untuk meningkatkan keuntungan usaha kebun melon hidroponiknya.

Ulubelu yang berada di kaki Gunung Tanggamus yang dihuni oleh kurang lebih 44.000 jiwa ini, menjadi bagian dari wilayah kerja geothermal PGE, anak perusahaan Pertamina NRE dengan kapasitas terpasang sebesar 4×55 MW. Pembangkitan tersebut mendukung 25% kebutuhan Listrik Provinsi Lampung.

PGE berhasil mengembangkan geothermal di area Ulubelu sejak tahun 2011 dan telah dimanfaatkan kurang lebih oleh 244.000 rumah. PGE juga menekan laju emisi dengan menjaga keasrian lingkungan dengan memberi kontribusi positif dalam upaya mewujudkan energi yang lebih hijau dan ramah lingkungan, dengan potensi pengurangan emisi mencapai angka 1.144.000 +CO2 per tahun.

Kini, Ulubelu, khususnya Green House, tak lagi bergantung pada sumber energi konvensional. Hadirnya sumber-sumber energi terbarukan menjadi berkah untuk Ulubelu karena kegiatan produktif warga bisa tertolong akan hadirnya sumber energi alternatif.

Tak cukup sampai di situ, inovasi menyediakan energi hijau juga hadir dalam bentuk Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) dengan pemanfaatan aliran air sungai di Desa Air Abang, Kecamatan Ulubelu.

PLTMH ini telah memberi dampak signifikan bagi desa yang sebelumnya tidak teraliri listrik sama sekali. Sekarang sejumlah masjid, musola, sekolah, dan 60 rumah telah diterangi oleh energi hijau dari PLTMH.

 Corporate Secretary Pertamina NRE, Dicky Septriadi mengatakan, pembangunan ini merupakan bentuk komitmen nyata perusahaan terhadap energi berkeberlanjutan. “Kami ingin berkontribusi dalam pengembangan transisi energi yang diimplementasikan dan dirasakan secara nyata langsung oleh masyarakat. Menjadi perusahaan yang memiliki dampak positif bagi lingkungan sekitar adalah salah satu fundamental dari semangat berkelanjutan,” ujar Dicky.

Dengan semangat keberlanjutan, Ulubelu terus berkolaborasi dengan pemerintah, badan usaha, dan komitmen kuat masyarakat setempat, sehingga Ulubelu bisa berkembang menjadi “Negeri Tiga Energi”. Geothermal, surya, dan air menjadi sumber energi tak terbatas yang bila terus dikelola dengan baik, akan menjadi manfaat yang besar tidak hanya bagi masyarakat Ulubelu, tapi juga lingkungan global.

Camat Ulubelu, Mahidin, mengaku bangga karena bisa bekerja sama dengan Pertamina dalam proses pemanfaatan energi di daerahnya. “Kami bangga bisa bekerja sama dengan Pertamina dalam mengembangkan daerah kami, kami bersyukur Ulubelu dikaruniai sumber energi baru terbarukan yang tidak hanya satu. Semoga kami bisa jadi contoh dan teladan bagi daerah lain dalam konsep pemenuhan energi masyarakat,” katanya.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso menambahkan, inovasi Pertamina di masyarakat sekitar wilayah operasional menjadi upaya untuk mengenalkan manfaat energi transisi, sejalan dengan komitmen Pertamina mendukung target Net Zero Emission (NZE) pemerintah pada 2060.

“Pertamina sebagai perusahaan energi kelas dunia terus melakukan inovasi dalam operasional bisnisnya agar lebih ramah lingkungan. Pada saat yang sama, Pertamina menjalankan program TJSL (Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan) untuk menjaga lingkungan tetap lestari sehingga bisa terus mengurangi emisi,”ujar Fadjar.

Bagi Pertamina NRE yang menjalankan bisnis hijau, inovasi teknologi menjadi aspek yang sangat penting dan strategis. Untuk itu, mengembangkan energi bersih untuk Ulubelu menjadi langkah yang tepat, khususnya dalam rangka mengawal transisi energi di Indonesia dan mendukung pencapaian aspirasi NZE 2060. Hal ini sejalan dengan komitmen Pertamina NRE untuk mengimplementasikan aspek Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam aktivitas bisnisnya.[*]

Tempo.co