24 Juli 2024

batasnegeri.com

Membangun Indonesia dari Pinggiran

Pembangunan Tiga PLBN di Kaltara, Tuntas

BatasNegeri – Tiga dari empat Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang dibangun di Kalimantan Utara (Kaltara) sudah klir atau tuntas 100 persen, yakni PLBN Terpadu Sei Pancang, PLBN Terpadu Labang dan PLBN Terpadu Long Nawang.

Sedangkan PLBN Terpadu Long Midang, berdasarkan keputusan terakhir di tahun 2023 lalu, pengerjaannya dilakukan penghentian sementara. Hal itu disampaikan Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Kaltara, Ir. Nuris Wahyudi kepada Radar Kaltara saat dikonfirmasi Minggu (5/5/2024). 

“Untuk PLBN Sei Pancang sudah kita serahkan ke Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), kemudian yang PLBN Labang sudah juga selesai, tapi sekarang sedang diproses untuk serah terima ke pengelola,” ujarnya.

Sementara untuk PLBN Long Nawang, itu sudah klir juga 100 persen tapi masih sementara dalam proses pemeliharaan. Kemungkinan di akhir tahun 2024 ini akan diserahkan juga ke pengelolanya.

“Yang terakhir atau yang baru selesai itu memang yang di Long Nawang. Kalau yang di Sei Pancang dan di Labang, itu sudah lama selesai,” tuturnya.

Adapun pembangunan PLBN Long Midang itu dihentikan sementara karena belum ada akses jalan darat yang tembus ke lokasi tersebut. Menurutnya, dampak dari belum adanya akses tersebut sangat luar biasa.

“Dengan tidak adanya akses itu, harga material yang dibutuhkan untuk pembangunan PLBN ini jadi lebih mahal. Itu jadi isu nasional memang. Terakhir itu harga semen di sana di atas Rp 1 juta per sak,” ungkapnya.

Makanya penghentian sementara pembangunan itu dilakukan, karena kalau terus dilaksanakan, maka secara otomatis akan sangat besar biaya yang akan dikeluarkan untuk penyelesaian pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) itu.

“Ini dihentikan sementara. Kalau sudah ada akses mungkin akan dilanjutkan, mungkin dengan RPJMN (Rencana Jangka Menengah Nasional) atau Inpres (Instruksi Presiden) baru. Sementara ini lagi dibicarakan di tingkat pusat,” jelasnya.

Pastinya, untuk pembangunan PLBN Long Midang itu dihentikan sementara karena biayanya cukup besar. Dalam hal ini, pihaknya juga tidak berani mengambil atau melakukan pengadaan material dari negara tetangga Malaysia. 

Adapun teknis untuk penghentian sementara pembangunan PLBN Long Midang itu sudah dikomunikasikan dengan sejumlah pihak terkait, salah satunya ke Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kaltara.

“Jadi, uang muka yang sudah diambil sama penyedia, itu dikembalikan untuk disetor ke negara,” pungkasnya.[*]

prokal.co