24 Juli 2024

batasnegeri.com

Membangun Indonesia dari Pinggiran

Pameran UMKM Raja Ampat, Dari Kue Tepung Pisang Hingga VCO

BatasNegeri – Perwakilan distrik dan organisasi perangkat daerah menampilkan produk-produk di pameran usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Pantai WTC, Distrik Waisai Kota. Produk yang ditampilkan dalam pameran yang merupakan bagian dari kegiatan hari ulang tahun Raja Ampat ini terdiri dari makanan dan kerajinan tangan.

Salah satu stan yang banyak memajang produk adalah Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3A dan KB) Raja Ampat. Produk yang cukup menerik adalah batik khas Raja Ampat, kue dari bahan tepung pisang, mie dari bahan sagu, dan stik keju dari ubi ungu.

Kepala Seksi Peran Aktif Organisasi DP3A dan KB, Nafisa Abas mengatakan pihaknya menampilkan produk dari binaan dinas yang terdiri dari satu kelompok pengrajin batik dan lima kelompok penghasil makanan. Untuk batik sudah bisa diproduksi sendiri di Raja Ampat dengan harga jual per dua meter Rp300 ribu.

Untuk kue kering dari bahan tepung pisang dijual Rp120 ribu per toples dan mie sagu dijual Rp50 ribu per kemasan. Semua kelompok sudah rutin melakukan produksi setiap hari. Namun, sampai saat ini pemasaran masih di Waisai Kota belum dipasarkan ke luar daerah.

Stan Distrik Waigeo Barat kepualaun menampilkan produk khas berupa minyak kelapa, sabun mandi dari minyak kelapa, dan virgin coconut oil (VCO). Harga jual minyak kelapa Rp30 ribu per liter, VCO botol besar Rp100 ribu dan botol kecil Rp50 ribu, serta sabun mandi Rp15 ribu dan Rp10 ribu.

Penjaga Stan Distrik Waigeo Barat, Helena Fakdawer mengatakan minyak kelapa dibuat dengan campuran daun pandan sehingga punya aroma khas saat digoreng. Sabun mandi berbahan minyak kelapa mempunyai manfaat yang bagus untuk kulit. Selama

Menurutnya, ada beberapa kelompok usaha kecil yang membuat berbagai produk berbaha kelapa. Kelompok usaha ini tersebar di Kampung Tua PAM, Saukabu, dan Saupapir. Selama ini penjualan olahan minyak kelapa ini hanya di tempat wisata Pyanemo.

Stan Distrik Meos Mansar juga menapilkan produk khas seperti topi bentuk pari, noken, bakul, piring, gantungan, tas HP. Bahan dasar Produk tersebut adalah daun pandan hutan. Harga yang jual antara Rp100 ribu hingga Rp300 ribu. Dalam tiga hari pameran ini baru dua produk yang laku terjual.[*]

rri.co.id