24 Juli 2024

batasnegeri.com

Membangun Indonesia dari Pinggiran

Peran Indonesia Dalam “Dinamika Geostrategis” di Asia Tenggara

Oleh: Muhammad Fahmi Rizal*)

BatasNegeri – Asia Tenggara menjadi tempat yang penuh dengan dinamika geostrategis yang mempengaruhi banyak perkembangan politik, ekonomi serta keamanan di wilayah Asia Tenggara. Indonesia merupakan negara yang letak geografisnya sangat strategi dikarenakan Indonesia terletak di persimpangan antara Samudra Hindia dan Pasifik, dan Indonesia sendiri memiliki peran utama dalam mengatur dinamika geostrategis di wilayah ini. Dalam hal ini Indonesia berperan penting dalam menjaga keseimbangan antara kerjasama regional dan persaingan antar kepentingan negara-negara di Asia Tenggara.

Di satu sisi, Indonesia telah berperan sebagai sebagai penggerak utama dalam upaya-upaya membentuk kerjasama regional di Asia Tenggara. Melalui keterlibatannya di dalam ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) dan berbagai forum regional lainnya, Indonesia berperan aktif dalam membangun kerjasama yang kuat di antara negara-negara di wilayah Asia Tenggara.

Namun disisi lain, Indonesia juga harus menghadapi berbagai tantangan dari dinamika persaingan antar kepentingan di Asia Tenggara. Persaingan geopolitik antara negara-negara super power seperti Tiongkok dan Amerika Serikat, serta rivalitas regional antara negara-negara di Asia Tenggara, hal ini dapat menciptakan ketegangan yang mempengaruhi stabilitas regional. Sebagai negara dengan tingkat ekonomi terbesar dan populasi masyarakat terbesar di Asia Tenggara, Indonesia sering kali menjadi pusat perhatian dalam dinamika persaingan ini.

Kerjasama Regional Melalui ASEAN

Indonesia merupakan salah satu pemimpin tradisional, hal ini dikarenakan kontribusi Indonesia di ASEAN sebagai mediator dan memfasilitasi dialog antar negara-negara ASEAN, contohnya: Indonesia menjadi mediator dalam penanganan sengketa perbatasan dan perselisihan seperti yang terjadi antara Malaysia dengan Singapura, Indonesia memfasilitasi dialog kedua negara tersebut dalam menyelesaikan perselisihan batas laut disekitar Pulau Batu Buteh pada tahun 2008. Selain menjadi mediator Indonesia juga mempromosikan prinsip non-agresi di ASEAN, hal ini termasuk juga dalam mendorong dialog dan negosiasi sebagai cara untuk menyelesaikan sengketa daripada menggunakan hard power, contohnya seperti sengketa yang terjadi di Laut Cina Selatan, Indonesia selalu menegaskan pendekatan melalui dialog dan negosiasi untuk menyelesaikan konflik tersebut.

Tidak hanya sebagai mediator, Indonesia juga memiliki yang sangat penting dalam membangun kerjasama di bidang ekonomi dikawasan Asia Tenggara, langkah awal Indonesia yaitu ikut berpartisipasi dalam pembentukan ASEAN Economic Community (AEC).Sejak gagasan AEC diusulkan pada pada tahun 1997, Indonesia dianggap telah berperan dalam merumuskan kebijakan dan strategi dengan menciptakan pasar tunggal dan basis produksi yang terintegrasi di kawasan ASEAN. melalui kerjasama ini Indonesia merumuskan beberapa kebijakan yang akan dikerjasamakan seperti pengurangan tarif dan hambatan perdagangan, harmonisasi peraturan dan standar, dan membangun infrastruktur dan fasilitas perdagangan.

Kerjasama Multilateral

Indonesia merupakan salah satu anggota ASEAN yang memiliki pengaruh yang besar, tentunya berperan dalam berbagai forum dan upaya dalam hal kerjasama multilateral. Tujuan dari dibangunnya kerjasama multilateral ini sendiri untuk meningkatkan pemahaman bersama antara negara-negara anggota ASEAN, memperkuat dan memperluas kerjasama di berbagai bidang antar negara anggota ASEAN.

Indonesia sendiri memiliki peran penting di berbagai forum-forum Regional seperti dalam forum ASEAN Regional Forum(ARF) Indonesia berperan dalam membantu proses pemulihan demokrasi di kamboja dan menjadi mediator dalam proses pemisahan diri dari kelompok muslim di Filipina Selatan. Tidak hanya di forum ARF saja, Indonesia juga berperan aktif dalam forum East Asia Summit (EAS), peran Indonesia dalam EAS ini sendiri berpartisipasi secara aktif setiap penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) dan Indonesia sering ditunjuk sebagai tuan rumah KTT ASEAN pada tahun 1976,2003,2011, dan 2023.[kumparan.com]

*)Mahasiswa S1 Hubungan Internasional di Universitas Mulawarman Samarinda