24 Juli 2024

batasnegeri.com

Membangun Indonesia dari Pinggiran

Tangkap Ikan di Perbatasan RI-Australia Tanpa Dokumen, 13 Warga Ditangkap

BatasNegeri – Petugas Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), menangkap 13 warga Sulawesi Tenggara karena terlibat kasus pelanggaran penangkapan ikan lintas negara tanpa dilengkapi dokumen perikanan atau illegal fishing.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Pung Nugroho Saksono mengatakan, 13 nelayan dan kapal yang ditumpangi itu sudah diamankan dan diinterogasi.

“Untuk illegal fishing ini, kami akan proses hukum di kantor kami PSDKP Kupang. Kami sedang selidiki illegal fishing-nya karena tanpa dokumen saat mereka menangkap ikan,” kata Saksono kepada sejumlah wartawan di Markas Kepolisian Daerah (Polda) NTT, Senin (13/5/2024).

Saksono menyebut, saat menangkap 13 nelayan itu, pihaknya juga menangkap 12 orang lainnya di kapal berbeda karena terlibat kasus penyelundupan orang ke Australia.

“Jadi ada dua kapal yang kita amankan di sekitar perairan Pulau Semau. Satu kapal terkait ilegal fishing dan satunya penyeludupan manusia,” kata Saksono.

Untuk illegal fishing, ditangani oleh pihaknya. Sedangkan kasus penyelundupan manusia dilimpahkan ke Markas Polda NTT. Saksono menjelaskan, kejadian itu bermula pada Rabu (8/5/2024).

Saat itu, petugas melaksanakan patroli rutin dengan menggunakan Speedboat Hiu Biru 04. Saat itu, petugas menerima informasi ada beberapa kapal yang akan melintas batas perairan Indonesia-Australia. Petugas lalu melihat ada dua kapal ikan tanpa nama yang melintas.

“Saat dilakukan penghentian, kapal tersebut menambah kecepatan sehingga menimbul kecurigaan dan terjadi kejar-kejaran antara kapal patroli dan kapal ikan tersebut,” kata Saksono.

Pada saat berada di perairan ujung Pulau Semau, kapal ikan tanpa nama itu berhasil diamankan. Kapal tanpa nama berukuran kurang dari 10 GT tersebut terdapat 12 orang yang terdiri dari enam orang warga negara China yang diduga akan diselundupkan ke Australia dan enam orang warga negara Indonesia yang bertugas sebagai awak dan operasional kapal.

Sedangkan kapal pelaku ilegal fishing berjumlah 13 orang. Saat ini, para pelaku telah diserahkan ke Markas Polda NTT untuk proses hukum lebih lanjut.

“Sedangkan para pelaku ilegal fishing, sedang kami tangani di kantor,” kata dia.