24 Juli 2024

batasnegeri.com

Membangun Indonesia dari Pinggiran

Patut Dicontoh, Sekolah Dasar di Perbatasan RI-RDTL Lakukan Outing Class di Hutan Cendana

BatasNegeri – Untuk mengasah nilai-nilai cinta lingkungan sejak usia dini, siswi Sekolah Dasar Santa Angela Atambua yang berbatasan dengan negara Timor Leste, Rabu (22/5/2024) melaksanakan kegiatan Outing Class di lokasi Hutan Cendana yang terletak di Raiikun, Desa Tialai, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu.

Ounting Class dipimpin langsung Kepala SD Santa Angela, Sr. Benedikta Antonia Sede, OSU, S.Pd bersama para guru, para pemateri dari Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Perhubungan beserta sebanyak 146 siswa-siswi SD Santa Angela.

Tujuan dari Outing Class adalah untuk mengenalkan alam dan isinya kepada siswa sejak dini, khususnya siswa kelas I dan II. “Kami ingin agar pelajar dari kelas I dan II bisa mengenal alam dan segala isinya,” kata Sr. Benedikta.

Jelas dia, hutan Cendana Tialai dipilih sebagai lokasi Outing Class kali ini karena para guru ingin mengenalkan pohon Cendana, yang merupakan kebanggaan masyarakat Timor, kepada anak didik mereka.

“Kami berharap, melalui Outing Class ini anak-anak kita bisa mengenal dan memahami jenis pohon Cendana, yang menjadi kebanggaan masyarakat Timor,” pinta Sr. Benedikta.

Dia mengutarakan, kegiatan Outing Class ini merupakan bagian dari rencana sekolah untuk memperkenalkan anak-anak pada pentingnya mencintai dan menjaga lingkungan sejak dini.

“Kami memilih tema Cendana karena pohon ini memiliki karakteristik khas yang cocok untuk anak-anak kelas I dan II. Kami ingin anak-anak memahami proses penanaman, pertumbuhan, dan manfaat pohon Cendana,” terang Sr. Benedikta.

Menurut dia, kegiatan ini adalah bagian dari upaya sekolah untuk mengembangkan visi dan misi yang mencakup pembentukan karakter anak-anak agar kritis, kreatif, dan inovatif.

“Dengan mengenalkan pohon Cendana, kami berharap anak-anak dapat mengembangkan daya kompetensi mereka dan lebih mengenal lingkungan sekitar,” tambah Sr. Benedikta.

Lanjut dia, kegiatan Outing Class ini direncanakan untuk terus dilaksanakan setiap tahun, dengan penjadwalan yang fleksibel antara semester 1 atau semester 2.

“Untuk tahun ini, kami memilih semester 2 karena lebih efektif dalam merangkum seluruh proses belajar dari semester 1. Pengalaman belajar di luar dan menyatu dengan alam sangat penting agar anak-anak tahu kekayaan yang ada di sekitar mereka,” ungkap Sr. Benedikta.

Dengan kegiatan ini, pihaknya akan berkomitmen untuk terus memberikan pengalaman belajar yang holistik, menyatu dengan alam dan relevan dengan lingkungan lokal, agar siswa tidak hanya belajar di dalam kelas.

“Tetapi juga mendapatkan pengetahuan praktis dan empirik dari alam sekitar mereka,” pungkas Sr. Benedikta.[*]

katantt.com