24 Juli 2024

batasnegeri.com

Membangun Indonesia dari Pinggiran

Ini Alasan Megawati Rayakan Harlah Pancasila di Ende

BatasNegeri – Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri mengungkapkan alasan mengapa memperingati hari lahir (Harlah) Pancasila kali ini di Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (1/6/2024).

Megawati beralasan hal itu karena ingin semua melakukan kontemplasi akan perjuangan Presiden Pertama RI sekaligus Soekarno atau Bung Karno ketika diasingkan di Ende pada 1934-1938.

“Ende sangatlah penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa. Di tempat ini Bung Karno oleh pemerintah Kolonial Belanda sengaja dibuang, dikucilkan, dan mencoba diredam semangat juangnya,” kata Megawati dalam amanat yang dibacakan dalam upacara peringatan Harlah Pancasila di Ende, Sabtu (1/6/2024).

Amanat Megawati itu dibacakan oleh Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto karena Megawati sedang tidak enak badan dan tidak menghadiri upacara tersebut. Presiden kelima Republik Indonesia itu melanjutkan, semangat perjuangan Bung Karno memerdekakan bangsa tidak mengendur ketika menerima perlakuan keras pemerintah kolonial Belanda.

“Namun, yang terjadi adalah sebaliknya. Api perjuangan Bung Karno justru semakin bergelora, bahkan disempurnakan oleh perjumpaannya dengan sahabat-sahabatnya yang berasal dari kalangan rakyat biasa,” kata Megawati.

Ketua Umum PDI-P ini menjelaskan, Bung Karno selama masa pengasingan di Ende, semakin akrab dengan rakyat kecil, seperti Kota seorang nelayan, Durham yang berprofesi penjahit, dan Ali Pambe seorang montir.

“Hal ini terjadi mengingat kaum bangsawan, dan kaum cerdik pandai pada saat itu merasa takut berdekatan dengan sosok pejuang revolusioner seperti Bung Karno. Tekanan hukum oleh kaum penjajah, telah memenjarakan kebebasan untuk berani bersuara, berserikat, dan berkumpul,” ujar dia.

Setelah membacakan amanat Megawati, Hasto menyampaikan permintaanmaaf kepada peserta upacara bendera Harlah Pancasila di Ende karena Megawati berhalangan hadir.

“Kami sampaikan permohonan maaf Ibu Megawati tidak hadir, beliau kurang sehat. Mohon doanya. Percayalah, bumi Ende ini memberikan semangat bagi kita, karena di sinilah Pancasila di kontemplasikan, salam dari Ibu Megawati yang selalu mendoakan Ende, khususnya demi anak-anak bangsa,” kata dia.

Upacara Harlah Pancasila yang diikuti Megawati ini berbeda dengan upacara yang diikuti oleh Presiden Joko Widodo. Jokowi bersama sejumlah pejabat pemerintah mengikuti upacara peringatan Harlah Pancasila di Lapangan Garuda Pertamina di Hulu Rokan, Dumai, Riau. Menurut Jokowi, tempat itu dipilih untuk memberikan pesan kemandirian ekonomi.

“Kita harus menjamin kekayaan negara sepenuhnya untuk kemakmuran rakyat. Kita juga harus aktif mengambil alih kembali aset-aset strategis bangsa. Kita kelola dan manfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat, kesejahteraan masyarakat,” ujar Jokowi, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden.

“Salah satunya adalah Blok Rokan di Riau ini, tempat yang kita pakai untuk upacara peringatan Hari Lahir Pancasila,” ungkapnya.[*]

Kompas.com