24 Juli 2024

batasnegeri.com

Membangun Indonesia dari Pinggiran

Jangan Tanyakan Lagi Nasionalisme Abisai Rollo, Anak Port Numbay ‘NKRI Sampai Mati’

BatasNegeri Ketua DPRD Kota Jayapura Abisai Rollo sudah selesai dengan urusan dirinya sendiri, terlebih pro-kontra soal Papua.

Ondoafi Besar Skouw Yambe di Kota Jayapura itu mencintai Indonesia sejak masa kecil, di mana kala itu status sosial yang diembannya saat ini dipegang oleh almarhum ayahya.

Saban hari, Abisai kecil menjadi saksi sejarah bagaiamana ayahnya memimpin adat serta mempersatukan banyak orang di wilayah Skouw Yambe, Distrik Muara Tami saat ini.

Jiwa nasionalisme Abisai Rollo juga tertanam dari peran orangtuanya yang hidup dalam kesederhanaan.

Ada hal terbersit dalam hati Abisai Rollo.

Bila masyarakat umumnya kerap menyebut ‘Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harga mati’, maka Abisai Rollo melampaui batas itu.

Pria asli Port Numbay itu justru lebih lantang, bahkan merubahnya menjadi ‘NKRI sampai mati’.

Ya, Papua bagi Abisai Rollo sudah final sebagai bagian dari NKRI; tak ada tawar menawar lagi.

“Tanah Papua itu sudah ada dalam bagian bingkai NKRI sejak Indonesia ini merdeka pada tahun 1945, dan itu final,” ujarnya.

Politisi Partai Golkar itu kerap mengajak masyarakat gar merubah mindset soal NKRI harga mati, menjadi NKRI sampai mati. 

“Pasalnya (kalau) pakai kata harga mati (berbarti) ada tawar menawar.”

“Bagi saya, kalimat NKRI sampai mati ini jauh lebih bermakna, sehingga kita semua menyadari bahwa dasar yang paling utama mencintai negara Indonesia ini,” jelasnya.

Abisai berharap tidak ada lagi sebutan harga mati pada NKRI, laiknya barang yang dijual di pasar atau pusat perbelanjaan.

Pria yang akrab disapa ABR, menegaskan istilah itu sebagai bentuk cinta dan kesetiaannya kepada Indonesia.

“Dan saya tegaskan bahwa saya tidak ingin menjadi pengkhianat bagi bangsa Indonesia,” ujarnya.

ABR hanya ingin tanah Papua terkhusus Kota Jayapura aman dan damai. 

Untuk itu, ia mengajak seluruh warga Kota Jayapura tetap mencintaio NKRI sampai mati.

Selain itu, menjaga toleransi yang sudah terbangun sejak lama, juga tidak melakukan tindakan negatif yang  berdampak pada stabilitas keamanan di ibu kota Provinsi Papua.

“Kita semua adalah warga Indonesia yang tinggal di Kota Jayapura dan Tanah Papua. Harus bersatu dan tidak boleh pecah karena ada perbedaan pemahaman,” imbuanya.

Menuju Wali Kota Jayapura

Abisari Rollo merupakan satu di antara sejumlah kandidat Calon Wali Kota Jayapura pada Pilkada 2024.

Ketua DPRD Kota Jayapura itu tak putus asa sekalipun pernah dua kali gagal menggapai mimpinya menjadi orang nomor satu di Port Numbay.

Ini ketiga kalinya Abisai Rollo maju bertarung di Pilkada Kota Jayapura, November mendatang.

Meski disebut-sebut sebagi kandidat yang kuat, tetapi ABR terbawa angin. Ia tetap rendah hati.

Bahkan, ABR juga selalu menanamkan rasa hormat kepada kandidat lainnya. Pemikirannya sangat demokratis.

“Ini kan panggung bebas, siapa saja boleh maju, semua punya kesempatan yang sama dan itu ada dalam aturan undang-undang,” ujarnya.

ABR menaruh kepercayaan kepada warga Kota Jayapura untuk menentukan pemimpin wilayah ini hingga lima tahun mendatang.

Sementara, ia memandang Kota Jayapura sudah cukup maju, mulai dari infrastruktur hingga pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Meski sadar masih ada kekurangan, tetapi ABR mengakui hal itu adalah tugas semua pihak mulai dari pemerintah, pemangku kepentingan serta masyarakat.

Sebab, Kota Jayapura adalah rumah bersama.

Menyoal misinya untuk Kota Jayapura dalam fit proper test oleh Partai Politik pendukung, ABR menjawabnya dnegan singkat. Tentunya juga tidak muluk-muluk.

“Saya bilang Kota Jayapura itu tetap di tempatnya dan ada 5 distrik, sehingga tidak dibawa ke mana-kemana,” kata ABR, bergurau.

Abisai menegaskan dirinya tidak akan merubah Kota Jayapura lewat kampanye di baliho yang bertebaran di pinggir jalan.

Sebab, dia hanya bisa meneruskan pembangunan yang  belum tercapai oleh pemimpin sebelumnya.

Termasuk membenahi dan mempercantik  wajah Kota Jayapura nantinya.

“Saya tidak bisa dan tidak punya pikiran itu, karena untuk merubah itu hanya Tuhan semata. Kalau Tuhan sudah bersabda jadi, maka itu terjadi, kita manusia tidak bisa,” katanya.

ABR menegaskan dirinya akan melanjutkan apa yang sudah dikerjakan oleh Wali Kota Jayapura sebelumnya, mulai dari bapak MR Kambu dan Benhur Tomy Mano.

“Intinya yang sudah dikerjakan saya lanjutkan yang belum selesaikan kita kerjakan terutama yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat di Kota Jayapura ini,” pungkasnya. (*)