24 Juli 2024

batasnegeri.com

Membangun Indonesia dari Pinggiran

Pelari Bersiap di Garis Start

Event Bersejarah Lari Melintasi Batas Negara, Historic Cross-Border Run Membawa Peserta dari Indonesia ke Timor-Leste

BatasNegeri – Ratusan pelari dari Indonesia dan Timor-Leste berkumpul di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Wini pada Sabtu, 6 Juli 2024 sejak dini hari. Untuk pertama kalinya dalam sejarah hubungan bilateral Indonesia – Timor-Leste, telah diselenggarakan Historic Cross-Border Run.

Kegiatan ini diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Dili Timor Leste bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dan Pemerintah Demokratik Timor Leste serta Bank Rakyat Indonesia difasilitasi oleh PLBN Wini.

Kepala PLBN Wini, Don Gaspar kepada awak media mengatakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) berkolaborasi dengan Bank Rakyat (BRI)  Indonesia yang baru membuka kantor cabang di Distrik Oekusi dan yang menginisiasi adalah kantor penghubung KBRI Dili yang ada di Oekusi sehingga bekerjasama melakukan kegiatan Historic Border Run supaya mempererat hubungan masyarakat Indonesia dengan Timor Leste khususnya di Oecusse.

Flag-off Historic Cross-Border Run dimulai pada pukul 06.00 WITA, yang dilakukan secara bersama oleh Duta Besar RI untuk Timor-Leste, Direktur Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dan Presiden Otoritas Wilayah Oecusse-Ambeno Timor-Leste. Atlet lari yang berasal dari provinsi Nusa Tenggara Timur dan Jakarta, serta Timor-Leste berlari ketika bendera diayunkan.

Historic Cross-Border Run diselenggarakan untuk mendorong pariwisata dan perekonomian, khususnya di wilayah perbatasan dan mempererat kerja sama dan persahabatan antara Indonesia dengan Timor Leste​​. Berbeda dengan event lari yang biasanya diselenggarakan di kota-kota besar, Wini dan Oecusse dipertimbangkan menjadi lokasi karena pemandangan laut dan hamparan pegunungan yang memanjakan mata para peserta.

Sehingga Historic Cross-Border Run memberikan pengalaman berpetualang yang segar dan unik bagi para peserta. Bahkan, terlihat beberapa pelari berhenti sejenak di tengah rute untuk melakukan swafoto demi mengabadikan momen dan pemandangan.

Historic Cross-Border Run dibagi atas dua kategori lomba, yaitu untuk pelari pria dan pelari wanita, yang memperebutkan hadiah total senilai USD 3.500,  Acara ini mendapat dukungan dari BUMN Indonesia yang berada di Timor-Leste, seperti PT. Bank Rakyat Indonesia, Pertamina International, PT Waskitha, Haka, Wika dan Telekomunikasi Indonesia International.  Badan Usaha Milik Swasta Indonesia juga turut mendukung terselenggaranya kegiatan ini, termasuk Tractorindo, Wartsila, Skalanet, dll.

Adapun Kategori Putri dimenangkan oleh Irma Handayani (WN Indonesia, 45.57 menit), Afriana Paijo (WN Indonesia, 48.02 menit), dan Nelia Martins (WN Timor-Leste, 50.29 menit). Sementara, Kategori Putra dimenangkan oleh Joanito Fernandes (WN Timor-Leste, 38.42 menit), Victorino Martins Da Costa (WN Timor-Leste, 38.45 menit), dan Marselino Vareluan Fallo (WN Indonesia, 38.48 menit). 

Sebagai penutup rangkaian, KBRI Dili juga menyelenggarakan Gebyar Pentas Budaya Persahabatan di Lapangan Palaban, Oecusse pada Sabtu malam (6/07). Acara ini dimeriahkan oleh artis Indonesia Timur yang populer di kalangan pemuda Timor-Leste, yaitu Tasya Mardisa dan Wizz Baker.[*]

kemlu.go.id