14 April 2024

batasnegeri.com

Membangun Indonesia dari Pinggiran

Nicolaas Jouwe Tutup Usia, Akan Dimakamkan di Papua

BatasNegeri – Sesepuh Papua, Raja Nicolaas Jouwe, tutup usia di usia 93 tahun, Minggu (17/9/2017) dini hari.

Jouwe adalah salah satu tokoh pergerakan yang juga salah satu pendiri National Liberation Council of West Papua (Dewan Pembebasan Nasional Papua Barat). Pada awal 1960-an, ia adalah anggota Nieuw-Guinea Raad (Dewan Guinea Baru, red), yakni sebuah lembaga parlemen bentukan Belanda di Papua Barat.

Nicolaas Jouwe

Ia sempat tinggal mengasingkan diri di Delft, Belanda. Setelah Papua Barat menjadi bagian Indonesia pada 1963, Jouwe bersama keluarga memilih pindah ke Negeri Belanda, tepatnya di Delft. Tempat tinggal Jouwe dan keluarga tak jauh dari kompleks Delft University of Technology, ITB-nya Belanda.

Setelah hampir 50 tahun dalam pengasingan, Jouwe mengambil keputusan untuk kembali ke pangkuan republik dan pulang ke tanah air. Kepulangan Jouwe diantar melalui acara perpisahan yang diselenggarakan Dubes RI Den Haag saat itu, J.E (Fanny) Habibie, di Wisma Duta, Wassenaar, Sabtu (28/11/2009).

Jouwe sendiri dengan terharu menyampaikan terimakasih dan penghargaan tinggi kepada pemerintah RI.

“Terutama kepada Dubes Habibie yang semenjak dari awal dengan gigih membantu proses kepulangan dan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait di tanah air,” demikian Jouwe saat itu.

Dikebumikan di Papua

Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda, I Gusti Agung Wesaka Puja mengatakan, pemberangkatan jenazah Jouwe ke Papua menunggu kedatangan keluarganya dari Belanda. Begitu pihak keluarga tiba di Indonesia, jenazah akan dibawa ke Jayapura untuk dimakamkan.

Jenazah Nicolaas Jouwe rencananya akan dimakamkan di kampung halamannya, Papua, pada tanggal 21 September mendatang.

“Jenazah direncanakan akan dibawa ke Jayapura pada hari Selasa (19/9) atau Rabu (20/9) minggu depan, dan akan dimakamkan hari Kamis (21/9),” kata Wesaka.

Keluarga besar Nicolaas Jouwe saat ini memang sudah menjadi WN Belanda. Pihak Dubes RI untuk Kerajaan Belanda memastikan akan memberikan bantuannya pada pihak keluarga apabila dibutuhkan, khususnya terkait pengurusan visa.

“Sanak keluarganya masih tinggal di Belanda sebagai WN Belanda. Sejauh ini tidak ada permintaan untuk fasilitasi visa. Kalaupun ada permintaan tentunya kami akan bantu,” kata Gusti.[*]