17 Juni 2024

batasnegeri.com

Membangun Indonesia dari Pinggiran

ilustrasi-Tenaga pendidik di SMA Negeri 1 Tabukan Tengah, Kep. Sangihe, Sulut

Guru di Perbatasan Minta Pemerintah Bantu Fasilitas Mengajar

BatasNegeri – Bawele, seorang guru yang sehari-harinya mengajar di Sekolah Menengah Atas (SMA) Nusa Tabukan, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, mengaku belum memiliki buku pedoman untuk mengajar, termasuk alat bantu lainnya. Ketiadaan buku pedoman itu membuat dirinya bersama para guru di wilayahnya bingung ketika mengajar.

Mewakili teman-temannya yang berada di wilayah perbatasan RI-Filipina itu, Bawele meminta pemerintah melengkapi fasilitas mengajar.

“Kami mohon pemerintah dapat memberikan fasilitas belajar mengajar di sekolah menengah atas Nusa Tabukan,” kata Bawele di Nusa Tabukan, Sabtu (21/4/2018) sebagimana dirilis Antaranews.

Belum Terima Honor

Dia mengatakan,  tenaga guru pegawai negeri sipil di daerah itu, hanya satu orang yakni kepala sekolah yang saat ini sementara dirawat di rumah Sakit Prof Kandou Manado.

“Pegawai negeri sipil hanya kepala sekolah yang dibantu oleh tujuh orang tenaga honorer,” kata dia.

Dengan kondisi ini, kata dia, sudah ada siswa yang pindah ke sekolah lainnya karena SMA Nusa Tabukan kurang memiliki fasilitas belajar mengajar.Menurut dia, sudah empat bulan, tujuh orang tenaga guru honorer belum menerima upah.

“Selama 2018 ini kami guru honorer belum menerima upah selama empat bulan ini,” kata dia. Dia berharap pemerintah dapat memperhatikan keberadaan SMA Nusa Tabukan yang merupakan satu-satunya sekolah menengah atas yang berada di kepulauan Nusa Tabukan.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan Sangihe Holman Pasaribu mengatakan, untuk SMA dan sekolah sederajat lainnya sudah merupakan kewenangan pemerintah provinsi sehingga pemerintah kabupaten tidak bisa memenuhi permintaan tersebut.

“Pemerintah kabupaten Sangihe tidak bisa memenuhi permintaan Ibu N. Bawele karena SMA merupakan kewenangan pemerintah provinsi,” kata dia.

Namun demikian, informasi ini akan segera diteruskan kepada dinas pendidikan yang ada di provinsi Sulawesi Utara, tambah dia lagi.[*]

Antara