17 Juni 2024

batasnegeri.com

Membangun Indonesia dari Pinggiran

Prajurit TNI Buat Rakit Untuk Bantu Masyarakat Perbatasan RI-RDTL

BatasNegeri – Untuk membantu anak-anak bersekolah, Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif Mekanis (Yonmek) 741/GN membuatkan rakit penyeberangan di atas sungai yang menghubungkan Desa Nainaban dan Sungkaen.

Hal ini disampaikan Dansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif Mekanis 741/GN, Mayor Inf Hendra Saputra, melalui rilis tertulisnya di Timur Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, Minggu (27/1).

Diungkapkan Dansatgas, musim hujan berkepanjangan tidak hanya memberi berkah kesuburan tanah di daerah TTU, namun juga meluapnya debet air sungai di sekitarnya.

“Seperti sungai yang menghubungkan Desa Nainaban dan Desa Sungkaen yang setiap hari dilalui anak-anak sekolah. Sungainya cukup lebar dan arusnya pun jika hujan cukup deras. Ini akan membahayakan anak-anak ketika menyeberang. Melihat itu, Danpos Baen Kipur I (Serka I Komang Artana) bersama anggotanya berinisiatif membuatkan rakit penyeberangan bagi mereka” ujar Hendra Saputra.

Menurutnya, inisiatif Komang Artana dan anggotanya merupakan wujud teladan yang baik. “Dihadapkan dengan derasnya arus sungai, awalnya sempat ragu, namun setelah diuji coba ternyata mereka berhasil menggunakannya untuk menyeberangkan orang dewasa sekalipun,” ujarnya.

Sementara itu, Serka I Komang Artana saat dihubungi mengatakan, ide itu muncul ketika melihat anak-anak yang pulang sekolah tidak berani melintasi sungai. “Karena selain tidak adanya alternatif jembatan penyeberangan memadai juga arus sungainya cukup deras. Selain itu, akibat hujan yang terus menerus, permukaan airnya pun meningkat. Oleh karenanya, jika dilalui anak-anak tanpa alat pengaman akan berbahaya,” ujarnya.

“Pernah terjadi, anak-anak menyeberangi sungai dalam kondisi tersebut, tapi tentunya akan membahayakan mereka dan jika air meluap maka merekapun tidak bisa berangkat sekolah. Ini akan menghambat masa depan mereka,” tambahnya.

Lebih lanjut, Komang Artana menjelaskan, dia bersama anggotanya membuat rakit penyeberangan dari beberapa jeriken dan potongan bambu.”Satu per satu bambu dan jerigen kita rakit. Kemudian kita bentangkan tali antara tepian sungai untuk pegangan saat menyeberang. Setelah kita coba, ternyata rakit bisa digunakan untuk menyeberangkan orang dewasa,” tuturnya.

“Berdasarkan hasil tersebut, kami berkeyakinan jika rakit tersebut dapat menjadi solusi bagi masyarakat dan membantu kelancaran anak-anak bersekolah sekaligus mempersiapkan masa depannya,” kata dia.

Bagi Komang Artana dan anggotanya, apa yang mereka lakukan telah menjadi kebanggan tersendiri dan mulai hari Jumat (25/1/2019), beberapa personel Pos Baen pun mulai membantu menyeberangkan anak-anak dan masyarakat yang ingin melintas.

“Keberadaan kami disini, tidak hanya menghadapi pelanggaran lintas batas namun juga menjalankan pengabdian kepada rakyat, yaitu dengan memberikan bantuan dan solusi terhadap kesulitan yang dialami mereka,” pungkasnya.[*]

(okezone.com)