21 Juni 2024

batasnegeri.com

Membangun Indonesia dari Pinggiran

Presiden Joko Widodo berjabat tangan dengan CEO Freeport McMoRan Richard Adkerson di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (21/12/2018).

Jokowi Dinilai Berhasil Perjuangkan Keadilan Ekonomi

BatasNegeri – Masih kuatnya dukungan kepada calon pre­siden (capres) petahana, Joko Widodo, sangat terkait dengan kepemimpinannya dalam mem­perjuangkan keadilan ekonomi bagi rakyat. Jokowi juga dinilai berhasil membangun infrastru­kur jalan, jembatan, tol laut, dan memperbaiki pos perbatasan negara untuk menggerakkan ekonomi di daerah pinggiran.

Pengamat politik yang juga Direktur Indonesia Public Insti­tute (IPI), Karyono Wibowo, me­ngatakan Jokowi telah memberi bukti toleransi dan membangun kebangsaan.

“Pembangunan infrastruktur dari Sabang sampai Merauke merupakan salah satu contoh Jokowi tidak membeda-bedakan dan berjiwa nasionalisme. Di bi­dang kesehatan, pendidikan, dan juga energi dengan kebijak­an satu harga merupakan bukti lain tentang Jokowi memang bekerja,” kata Karyono saat di­hubungi, Rabu (13/2/2019).

Karyono menambahkan, Jokowi juga berhasil meng­ambil alih penguasaan asing di sejumlah konsensi, seper­ti Freeport Indonesia, Blok Mahakam, dan Blok Rokan.

“Pengambilalihan penguasa­an asing merupakan prestasi konkret Jokowi. Kenyataan ini merupakan bukti kalau Jokowi nasionalis,” paparnya.

Menurut Karyono, daftar keberhasilan Presiden Jokowi membuat kepercayaan pub­lik menjadi tinggi. Padahal, Jokowi banyak diserang oleh berbagai isu, mulai di serang dari sisi kebijakan, difitnah se­cara personal, hingga disudut­kan dengan berbagai isu SARA. Tapi nyatanya, kalau melihat hasil survei, semua serangan dan propaganda hitam kepada Jokowi dan pemerintah tidak terlalu berpengaruh signifikan.

“Masyarakat masih menaruh kepercayaan kepada Jokowi. Dari hasil survei, elektabilitas Jokowi di angka 50 persen lebih. Artinya, fitnah tak berpengaruh signifikan terhadap elektabilitas Jokowi,” tutur Karyono.

Prinsip Kebersamaan

Dihubungi terpisah, Peng­amat Budaya dari Universitas Indonesia, Darmoko, mengata­kan Jokowi telah menerapkan prinsip hidup kebersamaan dan kesamaan.

Dalam konteks kebersa­maan, ideologi dan pemikiran, petahana selalu mengajak selu­ruh elemen masyarakat, baik itu antaragama, ras, suku, maupun golongan, untuk bersama-sama membangun bangsa. Sedang­kan hidup dalam kesamaan itu artinya Jokowi tidak menem­patkan diri sebagai orang yang memiliki jabatan tinggi, tetapi dia menyatu dengan rakyat.

“Dia berusaha untuk sede­mikian rupa menekan jarak sehingga dia betul-betul man­jir acer-acer, menyatu dengan rakyat dari semua lapisan, ter­masuk yang minoritas,” kata Darmoko.

Sebelumnya, pengamat ko­munikasi politik dari Sekolah Tinggi Pembangunan Masyara­kat Desa “APMD” Yogyakarta, Tri Agus Susanto, mengatakan un­tuk mencapai kemajuan bangsa tidak bisa membiarkan pejabat pemerintah bekerja sendiri.

“Itu artinya, tak bisa mem­biarkan Jokowi berkerja sendiri untuk kemajuan bangsa. Semua pihak mesti bahu-membahu membantu Jokowi,” katanya.[*]

koranjakarta