23 Juni 2024

batasnegeri.com

Membangun Indonesia dari Pinggiran

Wamen ESDM Dukung Pembangkit Listrik Tenaga Bambu

BatasNegeri – Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar menuliskan Kementeriannya menyokong penuh upaya pembangunan pembangkit listrik dari biomassa bambu di Kepulauan Mentawai. Berdasarkan keterangan dari Arcandra, biomassa bambu bisa menghemat ongkos energi ketimbang pemakaian pembangkit listrik tenaga diesel.

Ia menyebut sekitar ini defisit neraca migas terjadi di Indonesia sebab tingginya impor solar. “Pulau-pulau terluar ini listriknya sekitar ini berasal dari solar dan diesel. Sekarang jajaki diganti dengan bahan bakar biomassa bambu. Mentawai udah diusahakan dengan bambu. Sebentar lagi bakal diresmikan. Ini bagus anda dorong sebab lebih murah dari tenaga diesel” ungkap Arcandra usai meresmikan listrik pedesaan di Desa Bosua dan Berioulu Kepulauan Mentawai, Senin (25/2).

PLN meresmikan Jaringan Listrik Desa Bosua dan Desa Beriulou dengan panjang jaringan tegangan menengah sejumlah 19,2 kilometer sirkuit (kms), panjang jaringan tegangan rendah sejumlah 7,7 kms dan lima unit gardu distribusi. Rinciannya, tiga gardu di Desa Bosua sebesar 150 KVA dan dua gardu di Desa Beriulou sebesar 100 KVA. Peresmian ini dilaksanakan Arcandra secara simbolik dengan pemencetan bel bareng pimpinan PLN, Bupati Kepulauan Mentawai dan perwakilan warga.

Arcandra mensyukuri program listrik desa telah terlaksana di Kepulauan Mentawai sebagai wilayah pulau terluar Indonesia sudah terlaksana dengan baik oleh PLN. Ia menyinggung pembangunan ini sebagai wujud dari energi berkeadilan untuk seluruh rakyat indonesia. Pemerintah, kata Arcandra, mengharapkan semua masyarakat di Indonesia dapat menikmati pembangunan di antaranya pembangunan guna kepentingan penerangan dengan listrik untuk semua masyarakat.

“Kita mesti terus memasok listrik yang dapat dinikmati oleh masyarakat. PLN juga dapat beli listrik dari developer dengan harga berkeadilan,” ujar Arcandra.[*]

(dunia.news)