17 Juni 2024

batasnegeri.com

Membangun Indonesia dari Pinggiran

Salah satu ruas jalan perbatasan yang sudah beraspal di wilayah Seimanggaris, Nunukan, Kalimantan Utara.

Ekonomi Kaltara Tumbuh ke Level 6,40 Persen

BatasNegeri – Meski dikrediksi melambat pada triwulan II 2019 nanti, namun secara kumulatif sepanjang tahun 2019, ekonomi Kalimantan Utara akan tumbuh lebih baik dibandingkan tahun lalu dengan range 6,00 sampai 6,40 persen. Lagi-lagi lapangan usaha konstruksi yang akan memberi kontribusi positif sejalan dengan berlanjutnya pembangunan proyek strategis dan infrastruktur tahun ini.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Utara Hendik Sudaryanto mengatakan, salah satu proyek utama yang memberi kontribusi besar adalah Proyek Strategis Nasional (PSN) Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning di Kabupaten Bulungan, yang akan dimulai melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Besahan tahap I 900 Mega Watt di Sungai Kayan.

“Perkembangan terakhir, pembebasan lahan telah dilakukan di seluruh area yang harus dibebaskan untuk keperluan pembangunan PLTA itu. Kurang lebih 200 hektare,” ujarnya.

Selain itu pembangunan infrastruktur jalan di sejumlah daerah di Kalimantan Utara termasuk di daerah perbatasan akan memberi sumbangsih yang positif terhadap pertumbuhan ekonomi.

“Berdasarkan data Kementerian PUPR, sepanjang tahun 2019 akan dilakukan pembukaan jalan perbatasan di Kalimantan Utara sepanjang 126 kilometer,” ujarnya.

Belum lagi kontruksi pembangunan jalan dan pembangunan fisik lainnya yang dilaksanakan oleh Pemprov Kalimantan Utara dan Pemkab/Pemkot. Pembangunan oleh swasta juga makin meningkat. Hendik mengatakan, konsumsi swasta diperkirakan tumbuh meningkat seiring perbaikan ekonomi dan tersedianya lapangan kerja dari pembangunan proyek-proyek strategis di berbagai wilayah provinsi bungsu ini.

“Pemilu 2019 juga mendorong konsumsi swasta tahun ini meningkat,” ujarnya.

Meski demikian, beberapa hal perlu diwaspadai karena menjadi faktor penahan utama peningkatan perekonomian. Salah satunya adalah pelemahan ekonomi global. International Monetary Fund (IMF) dalam World Economic Outlook periode Februari 2019, merevisi produksi pertumbuhan ekonomi global tahun 2019 dari semula 3,7 persen (yoy) pada Oktober 2018 menjadi 3,5 persen (yoy).

“Meski pertumbuhan ekonomi dunia melambat, namun ketidakpastian pasar keuangan berkurang. Berbagai identifikasi menujukkan bahwa pertumbuhan ekonomi dunia makin konvergen melambat didorong revisi ekonomi Amerika Serikat, Eropa, Jepang, dan Tiongkok,” ujarnya.

Perkembangan tersebut berdampak menurunnya harga komoditas dunia dan harga minyak dunia yang juga didorong oleh peningkatan pasokan Amerika Serikat. Adapun tingkat inflasi 2019 di Kalimantan Utara kata Hendik, diperkirakan berada pada range 3,00 persen sampai 3,40 persen.

“Inflasi itu lebih rendah dibanding tahun sebelumnya. Tarif angkutan udara yang sempat mengalami peningkatan signifikan diperkirakan turun seiring tuntutan masyarakat berbagai resiko,” ujarnya.[*]

(tribunnews.com)