17 Juni 2024

batasnegeri.com

Membangun Indonesia dari Pinggiran

ilustrasi-Lany Jaya,Papua

Khawatir Diintervensi Separatis Bersenjata, Pemkab Lanny Jaya Tunda Pencairan Dana Desa

 BatasNegeri – Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua, membuat kebijakan menunda pencairan Dana Desa di kabupaten itu. Kebijakan itu guna merespon imbauan Kapolda Papua, Irjen Paulus Waterpauw kepada kepala kampung untuk tidak memberikan bantuan dana kepada Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

“Sehubungan dengan imbauan dari Kapolda Papua terkait isu kepala kampung memberi bantuan kepada KKB. Saya pikir itu bisa terjadi di distrik-distrik yang berbatasan dengan tempat perlintasan KKB,” ujar Sekretaris Daerah Lanny Jaya, Christian Sohilait.

Karena itu, Pemkab Lanny Jaya bersikap menunda pencarian dana desa hingga awal Desember 2019 untuk mengantisipasi dana tersebut mengalir ke kelompok KKB.

Christian mengakui bila ada beberapa distrik di Lanny Jaya yang merupakan wilayah perlintasan atau bahkan menjadi markas KKB. Karenanya sangat mungkin bila beberapa kepala kampung diintervensi oleh KKB yang sedang melintas.

Christian menyebutkan, setidaknya ada Lima distrik di Lanny Jaya yang menjadi wilayah perlintasan KKB. Kelima distrik yang dimaksud adalah, Distrik Wano Barat, Kuyawage, Balingga Barat, Balingga dan Ayumnati.

“Karena KKB selalu melintas di situ, kemungkinan mereka bisa tekan Kepala Kampung untuk memberikan bantuan,” ucapnya.

Dengan menunda pencairan dana desa, ia memandang risiko penyalahgunaannya semakin minim.
Namun ia tidak menepis kemungkinan masyarakat tetap menberikan bantuan bahan makanan bagi KKb karena mereka masih memiliki hubungan kekeluargaan.

“Kalaupun dalam prakteknya tiba-tiba ambil Babi untuk KKB, itu urusan mereka, tidak ada urusannya dengan kami,” kata Sohilait.

Diberitakan sebelumnya, Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw mengimbau kepada kepala kampung untuk tidak memberikan bantuan dana kepada Kelompok Kriminal Bersenjata ( KKB). Menurut Paulus, selama ini diduga kelompok bersenjata ini meminta dana kepada kepala kampung. Dana tersebut kemudian digunakan untuk membeli senjata api dan amunisi.
“Apapun alasannya, saya tekankan kepada kepala kampung tidak memberikan dana sedikitpun kepada kelompok-kelompok tersebut,” kata Paulus.[*]

pasificpost