17 Juni 2024

batasnegeri.com

Membangun Indonesia dari Pinggiran

KKB Jadikan Wabah Corona Sebagai Propaganda

Persebaran wilayah kasus penularan Covid-19 di Indonesia terus meluas. Wabah virus corona yang berasal dari Wuhan, China ini telah menyebar hingga Papua.  Berdasarkan update data dari pemerintah pada Minggu (22/3/2020), ada dua kasus positif virus corona di Papua.

Masuknya virus corona ke Papua bakal menjadi tantangan berat bagi pemerintah di Indonesia. Sebab, pemerintah harus bergerak cepat memutus mata rantai penyebran virus corona di daerah yang minim infrastruktur tersebut di bawah teror KKB.

Masuknya virus corona di Papua tentunya bakal menjadi ancaman baru bagi warganya. Tak terkecuali Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang belakangan terus membuat onar. Sebab, KKB dipastikan tidak memiliki obat atau alat tes untuk memeriksakan seluruh anggotanya.

Kerisauan KKB terlihat pada narasi propaganda yang diunggah di akun Facebook Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB). Dalam propagandanya tersebut, KKB mengkritisi pemerintah Indonesia yang tetap membuka akses masuk ke Tanah Air.  KKB menuding Indonesia menganggap remeh wabah virus corona dan melarang lockdown.

Berikut propaganda KKB seperti yang dikutip dari akun Facebook TPNPB.

“Sekali lagi, Bubarkan NKRI!

Itu solusinya, karena terbukti Indonesia sudah tidak mampu tangani virus corona sejak dini dan setelah penyebaran. NKRI hanyalah proyek ekonomi kapitalis (imperialis), karenanya Jakarta malas tahu dengan ancaman kemanusiaan.

Elit penguasa Jawa tidak akan pernah sanggup mengurus bangsa-bangsa Nusantara. Urus Jawa, bahkan Ibukota negara saja tak sanggup, terbukti laju korban Covid-19 tertinggi kedua dunia, dengan sistem kesehatan dan penanganan terburuk.

Lihat Singapura, satu dari bangsa Nusantara yang terpisah, walau angka positif tinggi tapi nol angka kematian. Begitu juga Malasyia, begitu juga PNG, dll. Negara kecil tapi tingkat proteksi dan penanganannya luar biasa. Tingkat kendali yang luar biasa.

NKRI yang luas, tingkat kendali pusat yang lemah, sistem kesehatan buruk, apalagi resim berganti resim yang anti kemanusiaan, yang hanya jual bangsa-bangsa Nusantara sebagai lahan exploitasi kapitalis, terjajah secara ekonomi dibawa kendali utang, adalah ironi dan malapetaka.

Jadi marilah pisah dan menentukan nasib bangsanya sendiri-sendiri agar bisa mengurus bangsanya sendiri. Itu mesti jadi upaya selamatkan manusia dan tanah airnya masing-masing tanpa kontrol satu bangsa Jawa. Apa artinya NKRI tanpa makna pembebasan manusia (bangsa).

Apa tidak gila, saat ancaman nyawa Covid-19 Jakarta sibuk debat Omnibus Law, drop militer habiskan APBN proteksi Freeport, lalu anggap remeh buka akses udara laut. Lalu larang lockdown daerah di Indonesia. Barangkali ini kebijakan pemerataan Covid-19 di seluruh Indonesia.

Jadi apakah NKRI masih penting dari nyawa manusia bangsa-bangsa di Nusantara yang terancam? Sa kira bubarkan NKRI itulah solusi agar setiap bangsa dapat melindungi dan memproteksi manusia dan tanah airnya sendiri tanpa kontrol satu bangsa Jawa.

Mari aktifkan akal sehat!

“Victor Yeimo” “Jubir Internasional KNPB”, tulisnya.[*]