21 Juni 2024

batasnegeri.com

Membangun Indonesia dari Pinggiran

Jamaah menikmati makan bersama usai Haul ke-10 Deklarator GAM Hasan Tiro di Meunasah Gampong Meunasah Jeumpa, Kecamatan Idi Timu, Kabupaten Aceh Timur, Rabu (3/6/2020) malam. Foto-ANTARA

Begini cara warga Aceh Timur peringati haul ke 10 Hasan Tiro

BatasNegeri – Puluhan warga Gampong Meunasah Jeumpa, Kecamatan Idi Timur Kabupaten Aceh Timur menggelar zikir dan doa bersama pada peringatan Haul ke 10 deklarator Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Teungku Muhammad Hasan di Tiro.

Haul berupa zikir dan doa itu  dipusatkan di Meunasah (surau) Gampong Meunasah Jeumpa, Kecamatan Idi Timu, Kabupaten Aceh Timur, Rabu (3/6/2020) malam.

Doa dipimpin Tgk. Fadli atau akrap disapa Abiya Idi Cut. Hadir antara lain Tgk Iskandar dari Lhok Asahan, Tgk Marzuki dari Seuneubok Kuyuen, dan Abu Yus dari Sama Dua. 

Kegiatan yang digagas pemuda dan masyarakat Gampong Meunasah Jeumpa itu bertujuan untuk mengingat perjuangan dan jasa Teungku Hasan Muhammad Tiro terhadap Aceh, sehingga masyarakat bisa menikmati berbagai hasil dari perjuangan GAM itu.

“Dengan zikir, tahlil dan doa yang kita panjatkan ini, semoga pahalanya tersampaikan kepada almarhum Teungku Hasan Muhammad di Tiro ,” kata Ketua Panitia Pelaksana Haul Ke-10 Teungku Hasan Muhammad di Tiro, Zubir, Kamis.

Zubir berpendapat, kedamaian yang dirasakan masyarakat saat ini dianggap tidak terlepas dari perang gerilya yang dimulai Hasa Tiro sejak 1976 di Gunung Halimun, Pidie. Perjuangannya sejak itu berakhir dengan kedamaian antara Pemerintah RI – GAM, 15 Agustus 2005. 

“Berkat perjuangan beliau (Hasan Tiro), saat ini masyarakat Aceh sudah bisa mencalonkan diri sebagai calon eksekutif baik bupati/wakil bupati dan gubernur/wakil gubernur dari partai lokal (parlok). Begitu juga dengan legislatif baik calon DPRK ataupun DPR Aceh,” sebut Zubir.

Setelah selesai doa dan tausiah, lalu dilanjutkan dengan makan malam bersama diiringi dengan penyantunan. Kegiatan tersebut sengaja digelar secara sederhana mengingat pandemi global COVId-19 masih mengancam. 

“Kapasitas meunasah ini 350 orang. Tapi karena wabah ini, maka kita hanya menghadirkan jamaah sekitar 50 orang. Namun tetap mengikuti protokol kesehatan sebagaimana prosedur new normal,” demikian Zubir.[*]

Antara