17 Juni 2024

batasnegeri.com

Membangun Indonesia dari Pinggiran

BI Dukung Percepatan Pembangunan Ekonomi Aceh

BatasNegeri – Kepala Bank Indonesia Provinsi Aceh, Zainal Arifin Lubis, menerima kunjungan rombongan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) ke kantor Perwakilan BI setempat, Rabu (17/06/2020).

Rombongan tim DPR Aceh dipimpin langsung oleh Ketua DPRA, H. Dahlan Jamaluddin yang didampingi Ketua Komisi III DPRA, Khairil Syahrial.

Ketua DPRA, Dahlan Jamaluddin mengatakan, kunjungan itu, dalam rangka capacity building pimpinan dan anggota DPRA untuk mendukung percepatan pembangunan ekonomi Aceh.

Dalam menjalankan tugas dengan optimal sebagai legislatif, kata dia, pihaknya memerlukan pengetahuan, data dan informasi yang cukup dari berbagai sumber, salah satunya adalah dari Bank Indonesia sebagai lembaga negara yang memiliki kapasitas dan kredibilitas serta sumber daya yang memadai.

Sementara itu, Kepala BI Aceh, Zainal Arifin Lubis menyampaikan, Bank Indonesia Aceh mendukung penuh upaya percepatan pembangunan ekonomi Aceh.

“Hal itu, sesuai dengan tujuan utama Bank Indonesia, yaitu menjaga stabilitas nilai Rupiah yang tercermin dari inflasi dan nilai tukar/kurs,”jelas dia.

Selama ini, kata dia, Bank Indonesia Aceh telah aktif memberikan rekomendasi kepada Pemerintah Daerah di tingkat provinsi dan kabupaten/kota serta instansi terkait lainnya dalam rangka mendukung pengembangan sektor-sektor unggulan daerah yang berkontribusi terhadap pengendalian inflasi dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Arifin menyatakan, perkembangan ekonomi terkini (global, nasional, dan Aceh), potensi dan tantangan ekonomi Aceh, strategi pengembangan ekonomi Aceh, serta

Apalagi, kata dia, dampak Covid-19 terhadap perekonomian Aceh diperkirakan mengalami perlambatan dan tumbuh negatif pada tahun 2020.

Secara umum, tambah dia, pertumbuhan ekonomi Aceh selalu berada di bawah pertumbuhan ekonomi Sumatera dan juga Nasional. Sementara dari sisi pengeluaran perekonomian Aceh masih didominasi oleh konsumsi rumah tangga, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB), dan konsumsi Pemerintah.

Sementara berdasarkan sektoral, sebut dia, sektor pertanian dan perdagangan memberikan kontribusi terbesar bagi perekonomian Aceh.

Lebih lanjut, Zainal menambahkan, inflasi Aceh dalam dua tahun terakhir tercatat di bawah inflasi Sumatera dan Nasional. Namun demikian, sejak awal tahun 2020, inflasi Aceh berada di atas Sumatera dan Nasional.

“Secara kumulatif dari Januari-Mei 2020, Aceh mengalami inflasi sebesar 1,81% (ytd), lebih tinggi dibanding inflasi tahun 2019 yang tercatat sebesar 1,69% (yoy),”sebut dia.

Kepala BI Aceh ini juga mengatakan, bahwa ekonomi Aceh masih bergantung pada daerah lain yang tercermin dari defisit neraca perdagangan antar daerah.

Hal tersebut juga terkonfirmasi dengan aliran uang kartal keluar Aceh (outflow) pada tahun 2019 yang lebih besar dibandingkan uang yang masuk ke Aceh (inflow) dengan selisih sebesar Rp5,58 triliun. “­Aceh memiliki potensi dan peluang yang besar di bidang ekonomi”.

Padahal, sebut Zainal, potensi ekonomi yang dimiliki Aceh terutama di sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata dapat dioptimalkan melalui sinergi dan kolaborasi berbagai pihak.

Untuk itu, Bank Indonesia Provinsi Aceh selama ini telah aktif mendukung pengembangan sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata Aceh melalui berbagai program kerja, bekerja sama dengan Pemerintah Daerah dan instansi terkait.

­Kerja sama antara DPRA dan Bank Indonesia Provinsi Aceh perlu lebih ditingkatkan, khususnya dalam membahas isu-isu strategis terkait perekonomian Aceh.

Bank Indonesia Provinsi Aceh juga diharapkan dapat memberikan rekomendasi kepada DPRA terkait upaya percepatan pembangunan ekonomi Aceh, termasuk dalam dalam penyusunan anggaran Pemerintah Daerah.[*]

acehbisnis.com