23 Juni 2024

batasnegeri.com

Membangun Indonesia dari Pinggiran

Data Bank Dunia dan UNDP, Timor Leste kini Masuk Deretan Negara Termiskin di Dunia

BatasNegeri – Negara tetangga Indonesia, Timor Leste atau lengkapnya bernama resmi Republica Democratica de Timor Leste  menjadi salah satu negara paling miskin di dunia.

Dikutip dari laporan United Nations Development Programme (UNDP), Timor Leste berada di peringkat 152 negara sebagai negara termiskin di dunia dari 162 negara.

Hal itu dinilai berdasarkan pertumbuhan ekonomi Timor Leste yang masih lambat apabila dibandingkan negara lain di Asia Tenggara.

Sebelumnya, pada awal Juli 2020 Bank Dunia melaporkan pertumbuhan ekonomi Timor Leste memang tercatat lambat.

PDB per kapita Timor Leste pada Desember 2020 diperkirakan akan mencapai 2.356 dollar AS atau sekitar Rp 34,23 juta (kurs Rp 14.532) atau baru mencapai separuh pendapatan per kapita Indonesia tahun 2019 lalu sebesar 4.174,9 dollar AS atau sekitar Rp 60 juta.

Sejumlah sektor ekonomi Timor Leste sebenarnya masih sangat bergantung pada Australia dan Indonesia, terutama barang-barang impor.

Pada tahun 2019, sebagaimana dilaporkan Bank Dunia, pertumbuhan ekonomi Timor Leste sekitar 4,1 persen di tahun 2020 dan meningkat menjadi 4,9 persen di tahun 2021.

Menurut Bank Dunia, pertumbuhan investasi swasta di Timor Leste itu masih saja melempem dari tahun ke tahun pasca-merdeka, ini terkait dengan stabilitas politik dan ekonomi di negara itu yang masih bergejolak.

Di sisi lain, konsumsi rumah tangga terus mengalami peningkatan.

“Timor Leste menyambut baik pertumbuhan PDB, tetapi reformasi masih jadi kunci untuk mengejar potensi investasi dari sektor swasta sesuai dengan target pemerintah yang menetapkan pertumbuhan ekonomi di atas 7 persen dan penciptaan setidaknya 600.000 lapangan kerja baru per tahun,” jelas Pedro Martins, Ekonom Senior Bank Dunia untuk Timor Leste.

Meski investasi sektor privat yang masuk masih rendah, negara ini masih menikmati stabilitas ekonomi makro dan inflasi yang masih terkendali.

Namun, neraca fiskal Timor Leste terbilang buruk, karena anggaran pengeluaran publik yang terus meningkat.

Dampak Covid-19

Mengutip data Timor Leste Economic Report yang dirilis Bank Dunia pada April 2020, ekonomi Timor Leste bakal semakin terpuruk di 2020 karena pandemi virus corona (Covid-19) dan kondisi politik yang belum stabil.

Negara ini sangat bergantung dengan tambang minyak bumi di Laut Timor. Sayang, kekayaan negara berjuluk Bumi Lorosae itu harus dibagi dua dengan Australia yang merupakan pengelola tambang minyak di Laut Timor.

Pada tahun 2019 lalu, produksi minyak Timor Leste mencapai 38 juta barel setara minyak (BOE) yang banyak dikerjasamakan dengan Australia.

Virus corona memperburuk ekonomi Timor Leste yang berkontribusi pada menurunnya kunjungan turis asing ke negara itu, melambatnya perdagangan ekspor-impor, dan besarnya pengeluaran pemerintah untuk menanggulangi pandemi.

Pemerintah Timor Leste sudah mencairkan dana sebesar 250 juta dari Petroleum Fund di mana 60 persennya digunakan untuk penanganan Covid-19.

Pernah Menjadi bagian NKRI

Dikektahui, Timor Leste pernah menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), yang kemudian memilih melepaskan diri melalui referendum yang digelar pada 30 Agustus 1999. Timor Leste baru diakui sebagai negara sendiri pada tanggal 20 Mei 2002.

Setelah 18 tahun menjadi negara sendiri, Timor Leste bukannya makin makmur, tapi justru mengalami kesulitan.

Negara ini terus terpuruk dalam kemiskinan hingga masuk dalam kategori negara termiskin di dunia oleh lembaga-lembaga internasional.

Sementara Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berbatasan langsung dengan Timor Leste menunjukan sebaliknya.

Provinisi kepulauan yang terkenal dengan nama bumi Flobamora ini terus menunjukan pertumbuhan ekonomi yang signifikan, padahal di tingkat nasional, NTT masih ditergolong daerah miskin.

Dikutip dari bi.go.id, pertumbuhan ekonomi Provinsi NTT pada tahun 2019 mencapai 5,20% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2018 yang sebesar 5,13% (yoy) dan pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2019 yang sebesar 5,02% (yoy).

Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi NTT pada triwulan IV 2019 didorong oleh pertanian, kehutanan, dan perikanan serta konstruksi.[*]

berbagai sumber