23 Juni 2024

batasnegeri.com

Membangun Indonesia dari Pinggiran

Uskup Atambua Panen Anggur di Perbatasan Negara

BatasNegeri – Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr, memanen anggur yang dibudidayakan oleh seorang anggota TNI dari Kodim 1605/Belu, Korem 161/Wira Sakti Kupang, Serka Duarte dos Santos, Minggu (9/8).

Uskup Atambua hadir saat panen perdana karena salah satu anggota keluarga pemiliki anggur adalah pengurus gereja, yakni Elisa Marques.

Elisa Marques adalah istri dari Duarte dos Santos. Elisa adalah Ketua Dewan Stasi Seroja di Desa Silawan.

Turut hadir saat itu, Pastor Paroki Stella Maris Atapupu, Romo Yoris Giri, Pr, dan pastor pembantu, Kepala Desa Silawan, Fernandes Kali, Danpos Damar Satgas Yonif RK 744/SYB, Letda (Inf) Anggun Wahyu Wuryanto dan warga setempat.

Serka Santos yang adalah Babinsa di Silawan itu membudidayakan anggur bersama sang istrinya Elisa Marques di lahan miliknya, berlokasi di Dusun Aisik, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu.

Mereka membudidaya anggur sejak tahun 2015. Buah dari ketekunan dan keuletan pasangan suami istri tersebut, kini mereka memanen buah anggur dengan penuh suka cita.

Usaha anggur yang dibudidayakan Elisa Marques ini pantas dijadikan contoh bagi masyarakat lain di Desa Silawan khususnya.

Seorang istri TNI yang memiliki penghasilan tetap dari suami masih saja berniat dan bersemangat untuk membudidaya anggur. Begitu pun, suaminya yang adalah seorang anggota TNI dengan beban tugas yang banyak tapi masih bisa mengatur waktu untuk berusaha anggur.

Semangat usaha yang dilakonkan pasangan Duarte dos Santos dan Elisa Marques ini termotivasi dengan harga anggur yang sangat menjanjikan di pasaran. Kemudian, tanah Silawan cocok untuk kembangkan anggur.

Untuk konteks Belu bahkan NTT, tanaman anggur tergolong langkah tapi konsumen tidak langkah. Peminat buah yang satu ini banyak.

Selama ini anggur yang dijual di Atambua, masih didatangkan dari luar NTT. Harga berkisar Rp 70.000 hingga Rp 90.000 per kilo.

Uskup Dominikus, pada kesempatan tersebut, mengatakan, gereja selalu mendukung pemberdayaan ekonomi umat melalui usaha peternakan, perkebunan maupun pertanian guna meningkatkan ekonomia rumah tangga.

“Kebun anggur ini menjadi contoh bagi warga lain untuk menanam anggur guna tingkatkan ekonomi warga,” kata Uskup Dominikus.

Uskup Domi berharap, keberadaan kebun anggur memotivasi warga lain untuk melakukan budidaya anggur di Silawan.
Kepada anggota TNI, Serka Duarte dos Santos diharapkan bisa berbagi ilmu untuk budidaya anggur kepada masyarakat.

“Bila perlu mendampingi warga yang lagi berniat untuk usaha anggur. Hal ini sejalan dengan tugas sebagai babinsa di Desa Silawan,” katanya.

Kepala Dusun Aisik, Elisa Marques, menuturkan, ia bersama suaminya Duarte dos Santos mulai menanam anggur tahun 2015. Mereka menanam anggur karena daerah Silawan cocok untuk tanam anggur. Iklimnya sangat mendukung.

Menurut Elisa, budidaya anggur sudah menjadi suatu program unggulan desa di bidang pertanian karena tanahnya cocok. Kemudian, katanya, harga anggur sangat menjanjikan dalam meningkatkan ekonomi rumah tangga.

Selain itu, Silawan memiliki keunggulan dalam mengembangkan usaha buah-buahan karena berada di pintu batas negara Indonesia dan Timor Leste.

Elisa menambahkan, sebagai istri tentara, ia mendampingi pekerjaan yang telah dirintis suaminya. Kebun anggur tersebut selain meningkatkan ekonomi keluarganya juga bisa sebagai kebun contoh bagi masyarakat. Tentunya, hal ini mendukung tugas suami yang adalah Babinsa.

Menurutnya, sebagai kepala dusun ia mendukung karena budidaya anggur sejalan dengan program pemerintah desa. Ia terus memotivasi warga agar bisa mengembangkan usaha yang sama.

Terkait pasaran anggur, Elisa mengatakan, pasaran anggur saat ini bagus. Harga perkilogram sudah berkisar Rp 70.000. Namun, mereka masih menjual dengan harga Rp 50.000 per kilogram karena sejumlah pertimbangan.

“Awalnya kita menjual harga Rp 70.000. Namun, karena ada pertimbangan satu dan lain hal sehingga perkilonya kita jual harga Rp 50.000. Harga ini dapat terjangkau oleh masyarakat,” tambah Elisa.

Babinsa Silawan, Serka Duarte dos Santos mengajak warga Silawan untuk bergerak membudidayakan anggur. Ia ingin menjadikan anggur sebagai komoditi unggulan Desa Silawan yang dapat meningkatkan ekonomi rumah tangga. (tribunnews)