14 April 2024

batasnegeri.com

Membangun Indonesia dari Pinggiran

TNI Gagalkan Penyelundupan BBM oleh Oknum dari Timur Leste

BatasNegeri – Satuan tugas Pengamanan perbatasan (Satgas pamtas) RI-RDTL Sektor Barat dalam hal ini Kompi Tempur III Yonarmed 6/3 Kostrad rutin melaksanakan patroli batas.

Dalam kurun waktu Juni 2021, Satuan ini berhasil menggagalkan upaya penyelundupan bahan bakar minyak (BBM) oleh oknum warga Timor Leste melalui “jalan tikus”.

Komandan Satgas Pamtas Republik Indonesia-Republik Demokratik Timor Leste (RI-RDTL) Batalyon Artileri Medan 6/105 Tamarunang atau Yonarmed 6/3 Kostrad Sektor Barat Letkol ( Arm) Andang Radianto S.A.P menyampaikan ini melalui  Komandan Kompi Tempur (Dankipur) III Motamasin Lettu (Arm) Hasli, Sabtu 3 Juli 2021.

Dijelaskan Hasli, dalam penugas sebagai Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat, Yonarmed 6/3 Kostrad tetap menjaga agar tidak ada pelanggaran di garis batas Negara.

Tugas yang diemban adalah menghentikan penyelundupan, serta menjaga wilayah perbatasan termasuk menjaga patok-patok perbatasan yang telah ada agar tidak berpindah tempat.

Selain itu, menjaga kedaulatan Negara dan mempertahankan NKRI serta melindungi segenap warga Indonesia di garis batas di wilayah Kabupaten Malaka.

Lettu Arm Hasli memaparkan bahwa dalam patroli yang dilaksanakan pada Juni 2021, jajarannya  berhasil menggagalkan upaya  penyelundupan Bahan Bakar minyak (BBM) yang diambil dan dibawa ke negara RDTL dari wilayah Malaka.

“Baru -baru tanggal  14 Juni 2021 lalu kami berhasil amankan upaya penyelundupan BBM. Saat itu  personil Ambush ( penyergapan) yakni Serka Hidayat, Sertu Sigit Pamungkas, Serda Dian S, Koptu I Wayan,  mengamankan barang bukti yang berhasil diamankan yaitu 4 buah jeriken,  2 Jeriken berisikan  Minyak tanah masing – masing berisi 35 Liter sehingga total 70 Liter,” jelas Hasli.

Hasli menyampaikan Kronologi Ambush dimana dirinya beserta 2 anggota Pos Motamasin dan 2 anggota polisi militer (PM) berangkat dari Pos Motamasin menuju titik Ambush.

Pada Pukul 16.30 Wita, Personil Ambush sudah masuk kedudukan Ambush dan memantau sekitar.
Pukul 17.15 Wita terpantau 2 orang diperkirakan warga Negara RTDL melintasi sungai memasuki wilayah garis Batas Negara dengan membawa 2 jeriken BBM.

Setelah 2 orang Pelintas Batas berhasil melintasi sungai yang sudah kering, dirinya memerintahkan merapat perlahan-lahan ke tempat kejadian untuk berusaha menangkap 2 orang pelintas tersebut.

Akan tetapi personil Ambush gagal menangkap 2 pelintas tersebut karena Anjing tim Ambush sudah menggonggong terlebih dahulu dan membuat 2 Pelintas Batas tersebut lari kembali memasuki wilayah RDTL dan tim Ambush hanya menemukan 4 buah jeriken di antaranya 2 masih terisi BBM dan 2 lagi kosong.

Selanjutnya personi Ambush membawa barang bukti berupa 4 buah jeriken ke Kompi Pos Motamasin.

“Kami sebagai Satgas pamtas di Sektor Barat terus melaksanakan koordinasi dengan UPF di sepanjang perbatasan dan terus menjalin hubungan kerja sama antar kedua Negara ini agar tetap kondusif, aman dan terkendali demi keutuhan NKRI,” pungkas Hasli. (tribunnews)