14 April 2024

batasnegeri.com

Membangun Indonesia dari Pinggiran

Covid-19 Merambah ke Perbatasan, Ini Yang Dibutuhkan Warga

BatasNegeri – Perkembangan kasus Covid-19 di wilayah Apau Kayan, Kabupaten Malinau terus meningkat dalam sepekan terakhir.

Dua wilayah kecamatan di perbatasan RI-Malaysia, Kecamatan Kayan Hulu dan Kayan Selatan dilaporkan meningkat, mencapai 361 suspek.

Dinas Kesehatan P2KB Malinau menerima laporan, 4 warga meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri sebagai suspek Covid-19 di kediamannya.

Kabarnya terdapat 3 tambahan kasus meninggal dunia.

Namun Satgas Penanganan Covid-19 Malinau masih menulusuri kebenaran informasi tersebut.

Ketua DPRD Malinau, Ping Ding menyampaikan sejumlah kebutuhan mendasar bagi masyarakat di Perbatasan RI-Malaysia.

Diantaranya adalah tersedianya SDM pelayanan kesehatan, perbekalan medis, APD hingga fasilitas penunjang penanganan Pasien Covid-19, seperti oksigen dan obat-obatan.

“Pekan lalu kami berkunjung ke sana (Apau Kayan) berkaitan peningkatan kasus Covid-19. Di wilayah perbatasan ini butuh support SDM, khususnya pelayanan kesehatan dan fasilitas pendukung di RS,” ujarnya, Sabtu (10/7/2021).

Peningkatan kasus Covid-19 di wilayah perbatasan RI-Malaysia menurutnya tidak disangka-sangka dan penularannya cukup masif dalam waktu yang singkat.

Hasil testing dan tracing Dinas Kesehatan P2KB, ratusan warga Kayan Hulu dan Kayan Selatan dinyatakan positif hasil tes antigen.

“Kemarin Pemda juga sudah tugaskan Nakes dan Kadis Kesehatan ke sana. Kami juga sudah komunikasikan ke Provinsi. Kita berharap ada tambahan lagi, karena di sana Nakesnya sebagian juga terpapar,” katanya.

Istri Yansen TP tersebut juga menyampaikan keprihatinannya terkait terbatasnya fasilitas kesehatan di wilayah perbatasan RI-Malaysia tersebut.

Menurutnya, butuh usaha keras untuk menangani Covid-19 yang menyebar cepat di wilayah Apau Kayan.

Satu-satunya Faskes rujukan di wilayah tersebut adalah RSP Long Ampung di Kecamatan Kayan Selatan.

Penanganan Covid-19 terbatas, karena sulitnya jangkauan dan biaya perjalanan ke wilayah yang hanya bisa dilalui oleh moda transportasi udara.

“Selain tenaga medis, yang paling dibutuhkan adalah fasilitas kesehatannya. Ketersediaan APD, obat-obatan termasuk oksigen bagi pasien yang dirawat.

Yang paling penting menurut kami adalah dukungan moril untuk warga di sana. Bantu mereka, semangati mereka, agar bisa melalui musibah ini,” ucapnya. (tribunnews)