14 April 2024

batasnegeri.com

Membangun Indonesia dari Pinggiran

Antisipasi Varian Mu Akses di Perbatasan Kembali Diperketat

BatasNegeri – Virus Covid-19 varian Mu membuat RI kembali perketat perbatasan. Sementara itu cerita pedagang kopi dan turis di Bogor sedang ramai diperbincangkan.

“Pemerintah bergerak cepat dan tepat untuk mengantisipasi masuknya Covid-19 Varian Mu atau B.1.621. Semua ini dilakukan agar Indonesia tidak mengalami gelombang ketiga Covid-19,” ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate, Selasa (7/9/2021).

Menkominfo Johnny memastikan bahwa pengawasan perbatasan itu dilakukan di seluruh pintu masuk RI, seperti bandara dan pelabuhan.

Pemeriksaan dilakukan secara whole genome sequencing kepada seluruh WNI atau WNA yang memiliki riwayat perjalanan ke negara dengan tingkat penyebaran varian Mu tinggi, seperti Kolombia, Jepang, India, Hongkong, dan Ekuador.

Meskipun per Senin (6/9), varian Mu telah ditemukan di 46 negara, namun varian ini belum ditemukan di negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Hingga kini, WHO mengkategorikan varian Mu sebagai Variant of Interest (VOI) atau varian yang perlu kajian lebih lanjut terkait dampak dalam penularan dan tingkat laju penularannya.

Menkominfo juga menyebutkan bahwa pemerintah mendorong seluruh pemangku kebijakan di daerah untuk mendukung pemeriksaan whole genome sequencing dengan mengirimkan sampel. Hal ini dilakukan untuk mempercepat proses analisis dan pemeriksaan.

Johnny kembali mengingatkan masyarakat untuk tak terjebak euforia penurunan kasus harian Covid-19 dan pembukaan di beberapa sektor secara gradual. Dia meminta semua pihak tak lengah karena potensi masuknya varian baru tetap ada.

“Seluruh masyarakat Indonesia harus tetap waspada dan disiplin memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan serta menyegerakan vaksinasi bagi yang belum,” ujar Johnny.

Berita selanjutnya adalah maraknya insiden getok harga di Puncak Bogor. Pedagang di sana membela diri dengan menyebut bahwa justru para tamu atau wisatawan juga nggak tahu diri.

“Misalkan kopi bisa sampai Rp 100 ribu satu gelas karena mereka nginep di warung semalaman. Warung itu bukan penginapan atau vila,” kata Koordinator Pedagang Puncak Bogor, Dadang Sukendar. (detik)