23 Februari 2024

batasnegeri.com

Membangun Indonesia dari Pinggiran

Imigrasi Putussibau Perkuat Pengawasan di Perbatasan Indonesia – Malaysia

BatasNegeri – Kepala Imigrasi Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat, Ali Hanafi menyatakan, tahun 2022 ini pihaknya terus memperkuat pengawasan wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia di Kabupaten Kapuas Hulu. 

“Kita terus memperketat terhadap masuknya barang maupun orang, dengan melakukan operasi gabungan bersama instansi yang ada di perbatasan Indonesia dan Malaysia, wilayah Kabupaten Kapuas Hulu,” ujarnya kepada wartawan, Minggu 16 Januari 2022.

Hanafi juga mengakui bahwa Kalbar ini luas untuk pengawasan daerah perbatasan, sementara SDM  juga masih kurang untuk melakukan pengawasan, maka dari itu sinergitas semua pihak di perbatasan harus dijaga dengan sebaik.

“Sinergitas sangat penting, karena terbukti sepanjang tahun 2021 kita berhasil menggagalkan sebanyak 193 Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal yang nekat menyeberang ke negara Malaysia, dan berhasil digagalkan oleh Satgas Pamtas RI – Malaysia,” ucapnya.

Dijelaskannya juga bahwa, Kebanyakan PMI ilegal ini dari Kalbar, terutama Kabupaten Sambas. Untuk luar Kalbar ada yang dari Sulawesi. Sedangkan untuk jalur resmi Indonesia dan Malaysia yang dijaga oleh pihaknya yakni Merakai Panjang, Langau, Badau.

“Untuk jalur tak resmi alias jalur tikus itu dijaga oleh Satgas Pamtas,” ujarnya.

Untuk jalur tikus yang dijaga Pamtas sendiri, kata Hanafi, ada beberapa titik seperti di Kecamatan Puring Kencana di Dusun. Jaung – Batu Lintang, Desa Langau – Batu Lintang, Sungai Antu – Batu Lintang, Desa Sungai Mawang – Batu Lintang Desa Merakai Panjang – Batu Lintang dan Desa Kantuk Asam – Lubok Antu.

Sementara di Kecamatan Badau jalur yang dijaga Pamtas ada di Dusun. Perumbang – Lubok Antu, Dusun Berangan – Lubok Antu, Jalan Batu Putih – Lubok Antu, jalan debu SMAN 1 Badau- Lubok Antu, jalan Mentari – Lubok Antu, Dusun Sebindang – Lubok Antu dan Desa Seriang – Lubok Antu. (tribunnews)