21 Juni 2024

batasnegeri.com

Membangun Indonesia dari Pinggiran

Sinergikan Inovasi dan Kearifan Lokal, Malinau Kaltara Terus Pacu LTT

BatasNegeri – Kebijakan pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan sangat penting dan perlu mendapat dukungan pemerintah dan segenap masyarakat. Luas dan beragamnya kondisi dan budaya masyarakat menyebabkan adaptasi dengan kondisi lokal menjadi penting. Tidak terkecuali dengan Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yang berada di wilayah terdepan Indonesia atau perbatasan.

Dukungan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui teknologi benih varietas unggul Inpari 30 dan Ciherang dimanfaatkan oleh petani setempat dengan didampingi penyuluh. Inpari 30 merupakan varietas unggul turunan Ciherang yang dilengkapi keunggulan lain terutama ketahanan rendaman.

Selain menggunakan varietas unggul baru (VUB), penanaman varietas unggul lokal (VUL) juga dilakukan. Menurut Handoko penyuluh Malinau Utara, petani menanam varietas berbeda umur dari VUL enam bulan atau lebih pendek hingga VUB yang umurnya kurang dari 120 hari. Tanam VUL berumur 6 bulan pada Agustus, VUL 5 bulan pada September, VUL 4 bulan pada Oktober disusul VUB. Semua nantinya dipanen serentak Februari. Pemasakan gabah diikuti panen serempak mengurangi resiko serangan hama burung.

Gerakan tanam serempak oleh para petani akhir agustus ini antara lain dilakukan kelompok tani Feruyung Bebaya, Desa Semengaris, Malinau Utara dan desa-desa sekitar. Kegiatan tanam serentak dihadiri dan dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kristian Muned diikuti Camat Malinau Utara, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Babinsa, serta para petani. Peran serta para penyuluh tentu sangat penting untuk memberi informasi teknologi dan motivasi.

Dalam arahannya, Kepala Dinas meminta agar para penyuluh sebagai ujung tombak pembangunan pertanian perlu tetap konsisten dan semangat dalam membina, dan memotivasi para kelompok tani, agar terus berusaha dalam meningkatkan luas tambah tanam (LTT) dan produktivitas.

“Tolong penyuluh terus mendampingi petani. Jangan lupa mencatat dan melaporkan luas tambah tanam, karena menanam memelihara hingga panen adalah jerih payah petani ” ujar Kadistan.

Kegiatan tanam bersama ini sangat penting dan perlu dilakukan di berbagai lokasi serupa serta diprakarsai penyuluh agar petani lebih semangat. Kegiatan tanam bersama diharapkan akan meningkatkan LTT, meningkatkan produktivitas, dan pendapatan petani. “Saya tambah semangat dan antusias dengan hadirnya Pak Kadis,” komentar Pak Abu bakar dari Poktan Bebanul, Malinau Seberang.

Gerakan tanam juga didukung oleh kebijakan pemerintah daerah dengan pengembangan program penyerapan gabah petani melalui program Rasda (Beras Daerah). Tugas Penyuluh sebagai ujung tombak untuk merubah perilaku, sikap, dan ketrampilan petani perlu terus dipertajam.

Sinergi penyuluh dengan peneliti Balitbangtan dan lembaga lain akan mampu mempermudah pencapaian harapan tersebut. Semoga ini terus menguat demi kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani.[*]

(technology-indonesia.com)