17 Juni 2024

batasnegeri.com

Membangun Indonesia dari Pinggiran

Pemuda Perbatasan Belajar Cara Mengelolah Pangan Lokal

BatasNegeri – Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Raider 408/Sbh Pos Nananoel memberikan penyuluhan kepada para pemuda perbatasan tentang cara mengolah pangan lokal agar bernilai ekonomis tinggi.

Gagasan ini muncul ketika Satgas Pos Nananoe menemukan potensi hasil pertanian di wilayah binaannya cukup menjanjikan seperti, pisang dan ubi kayu.

Namun hasil pertanian tersebut hanya dilihat sebagai pangan konsumsi harian. Masyarakat khususnya generasi muda belum melirik ke hal bisnis dari hasil pangan lokal.

Fakta ini mendorong anggota Pos Nananeo untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang cara mengolah pangan lokal menjadi barang lain yang bernilai ekonomis dan dapat dipasarkan di mana-mana.

Ilmu yang diberikan TNI kepada masyarakat adalah cara membuat keripik dari pisang dan ubi kayu. Pisang dan ubi kayu tidak hanya dimakan dengan cara olahan tradisional tetapi juga bisa dibuat dalam bentuk keripik pisang atau keripik ubi kayu.

Ketika pisang dan ubi kayu sudah diolah menjadi keripik maka bisa dijual kemana-mana dengan harga yang lebih tinggi ketimbang menjual hanya dalam bentuk pisang dan ubi.

Danpos Nananoe, Letda Inf Sumito kepada wartawan, Kamis (28/2/2019) mengatakan, kegiatan penyuluhan dihadiri belasan pemuda dan orangtua.

TNI melakukan kegiatan semacam ini untuk menggugah hati pemuda dan pemudi agar bisa berkreatif. Mereka bisa memulai dari potensi yang mereka miliki. Mereka memiliki pisang dan ubi kayu sehingga mereka mengola pisang dan ubi kayu jadi barang lain yang bernilai ekonomis lebih.

Selain memberikan cara mengolah pangan lokal, TNI juga membuka jalan bagi mereka tentang pemasaran produk yang dihasilkan.

Menurut Sumito, warga Nananoe sebenarnya bisa melakukan hal tersebut namun keberanian mereka belum terasa.

Daya dorong belum masih kecil serta hal yang menginspirasi mereka nyaris tidak ada.[*] 

(tribunnews.com)